Beberapa Tips Merenovasi Rumah Dengan Biaya Minim
Beberapa Tips Merenovasi Rumah Dengan Biaya Minim
Memiliki Rumah pribadi adalah sebuah Kebanggaan bagi semua orang, karena tak semua orang memiliki rumah, bahkan ada yang menyewa ataupun mengontrak, bukan tanpa alasan, karena pembuatan rumah membutuhkan biaya yang cukup besar, jika kamu memiliki rumah maka harus dirawat dengan baik agar rumah tersebut bisa awet dalam jangka waktu yang lama. Rumah yang terawat akan minim terhadap perbaikan maupun kerusakan pada tembok atau keramiknya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya rumah dirawat dengan baik agar fungsi nyaman dan aman tetap terjaga.
Namun Saat kondisi atap tidak layak lagi ditambah adanya dinding retak di beberapa ruang, ini menandakan sudah waktunya merenovasi rumah. Tak melulu soal kerusakan, renovasi juga dilakukan sebagian orang yang ingin memperluas rumah atau menambah jumlah kamar tidur. Berbicara tentang renovasi tentu berkaitan erat dengan biaya yang besar. Inilah Faktor yang umumnya menjadi kendala sebagian orang. Namun sebenarnya ada banyak cara mudah untuk melakukan renovasi rumah dengan biaya minimal. Apasajakah itu, berikut kami akan membahas beberapa Tips merenovasi rumah dengan biaya minim. Berikut artikelnya dibawah ini.
Memanfaatkan Struktur Lama Pada Bangunan
Usahakan menggunakan struktur bangunan yang sudah ada seperti kolom, balok, dan pondasi, sehingga tidak perlu membuat baru lagi. Pembuatan struktur baru akan memakan biaya yang lumayan besar dan waktu terutama bila memakai beton.
Akan tetapi jika terpaksa harus merancang struktur baru, maka disarankan untuk menggunakan material baja yang proses pembuatannya cukup singkat, sehingga ongkos tukang juga akan lebih hemat. Berbeda dengan beton yang biasanya memakan waktu sekitar 21 hari hingga kondisinya kering sempurna dan bekistingnya bisa dibuka. Tapi sayangnya, material baja di pasaran relatif mahal.
Gunakan Produk Kekinian
Umumnya, proses renovasi dengan teknik konvensional akan memakan waktu lama. Tak pelak, di era yang serba praktis dan cepat, durasi dalam merenovasi rumah pun diklaim bisa lebih singkat.
Apalagi saat ini sudah banyak berbagai produk yang bisa mendukung kecepatan saat renovasi rumah. Rangkaian sistem EasyFinish dari Jayaboard, misalnya.
Sistem tersebut menghadirkan solusi atas permasalahan saat melakukan pengerjaan pembuatan dinding. “EasyFinish sendiri Merupakan alternatif pengganti plaster aci konvensional, yang mana dapat membantu kontraktor dan pemilik rumah untuk bekerja secara lebih produktif,” ujar Andi Chandra, Presiden Direktur USG Boral Indonesia–Jayaboard.
Produk tersebut memastikan permukaan dinding yang halus, bebas retak dan rata, serta lebih menguntungkan karena minim pemeliharaan.
Andi mengklaim, sistem ini telah terbukti tiga kali lebih efisien dibandingkan metode plaster aci konvensional, sehingga mampu mempercepat waktu konstruksi secara lebih signifikan.
“Selain itu, orang awam sekalipun bisa mengerjakan proses pengacian dengan EasyFinish. Akan tetapi lamanya waktu pengerjaan kembali lagi kepada kemampuan masing-masing orang,” imbuhnya.
Disebut lebih hemat biaya, pasalnya produk tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, ongkos tukang juga lebih hemat lantaran waktu pengerjaan yang relatif singkat.
“Kalau plester aci, umumnya satu tukang per hari hanya bisa mengerjakan untuk dinding seluas 12m2 saja. Tetapi dengan EasyFinish, satu tukang bisa mengerjakan sampai 36m2. Nah, cost-nya ini lebih minim, karena waktu renovasi yang tadinya mungkin sampa tiga bulan, dipangkas menjadi satu bulan,” Andi menjelaskan.
Berburu Diskon
Selain dituntut pandai memilih teknik instan, untuk mewujudkan renovasi rumah hemat biaya bisa dimulai dengan berburu diskon yang dihadirkan toko bahan material atau supermarket bangunan. Setiap cabang toko, walau berasal dari induk yang sama tetapi kerap memberikan diskon untuk item berbeda.
Jangan Menyuruh Tukang
Sewa pekerja/tukang hanya dari segi jasanya saja, sedangkan bahan bangunan lebih baik dibeli sendiri. Khawatirnya, jika pembelian material diserahkan kepada kontraktor, mandor, maupun tukang, maka tak jarang mereka akan mencari produk bermutu standar.
Lalu saat pemilik rumah menginginkan material dengan merk unggulan, biasanya mereka akan mengenakan harga tambahan setiap meter persegi.
















