Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Category Archives: Desain Rumah

Bentuk Koridor

Koridor sebagai ruang penghubung harus fleksibel  mengikuti bentuk bangunan. karena itu, bentuknyapun bisa berbeda-beda  tergantung letak masing-masing ruang yang akan dihubungkannya. Beberapa tipe dan bentuk koridor bisa diterapkan pada rumah tinggal :

* bentuk I : koridor berbentu i memberi kesan mengarahkan dengan pasti ke ruang yang akan dituju. Bentuk seperti ini menghasilkan koridor dengan ujung sebesar lorong. ujung lorong inilah yang merupakan nilai lebih yang tidak dimiliki koridor bentuk lain. Karena itu sudah sepantasnya anda memberikan perlakuan istimewa untuk ujung lorong ini. Buat bagian itu menjadi point of interest  bisa dengan memberikan elemen dekoratif pada dindingnya. Anda bisa tambahkan perabot tertentu . Untuk koridor yang cukup besar bisa ditambahkan dengan kredensa atau meja konsol atau memberikan finishing yang berbeda.

* Bentuk L : koridor berbentuk L biasanya hadir di rumah-rumah berukuran menengah sebab cenderung menghabiskan banyak tempat. Koridor l tidak mengarahkan sirkulasi langsung ke arah tertentu. Koridor bentuk L dapat dipakai untuk mengarahkan sirkulasi ke ruang yang tidak ingin ditonjolkan misalnya ruang servis. Dapat juga digunakan sebagai jalur sirkulasi menuju ruang yang lebih privat misalnya kamar tidur.

* Bentuk U : koridor jenis ini umumny melingkari suatu ruang biasa terdapat pada void atau courtyard. Desain koridor bentuk U dapat dibuat semi terbuka. Desain koridor yang terbuka akan membuat sirkulasi ruang teras tidak panjang dan membosankan.

* Bentuk melengkung : tak ada salahnya anda membuat koridor melengkung yang lebih dinamis. Rasa dan kesan ruang sirkulasi dengan bentuk seperti ini pun akan jauh berbeda dibandingkan kesan ruang yang lurus dan kaku. Tetapi jenis koridor ini tidak seefisien koridor lurus. Selain membutuhkan ruang lebih banyak koridor jenis ini juga menghasilkan banyak sisa ruang yang kurang bermanfaat.

Menyesuaikan Bentuk dan Desain Dengan Lingkungan

Untuk menciptakan sebuah hunian (rumah tinggal) yang estetis dan betul-betul nyaman serta dapat membuat betah penghuninya, selain diperlukan perencanaan yang teliti dan matang dalam menentukan program ruang yang dibutuhkan maupun dapat mengakomodir semua kegiatan dan aktivitas penghuninya, juga perlu mempertimbangkan faktor iklim dan lingkungan di mana bangunan (rumah tinggal ) tersebut akan dibangun.

Hal ini sangat penting karena iklim negara kita adalah tropis yang ,memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang intensitas hujan dan kemaraunya cukup tinggi sehingga tingkat kelembabannya juga tinggi. Oleh karena itu desain bangunan sebaiknya disesuaikan dengan konteks lokasi ( lingkungan sekitar). Tuntutan pemenuhan fungsi, penerjemahan konsep maupun keselarasan antara desain dengan keadaan lingkungan sekitar akan sangat menentukan bentuk dan estetika bangunan tersebut. sehingga estetika (keindahan bangunan) pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh unsur dekoratif semata yang dibalutkan pada fasade bangunan.

Jka bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas dasar berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan, niscaya sebuah hunian (rumah tinggal) yang dibangun dapat memenuhi segala tuntutan yang ada serta memberikan kepuasan bagi seluruh penghuninya.

 

Bentuk dan Ukuran Furnitur

Pada funitur simpel minimalis, bentuk furnitur cenderung didominasi oleh bidang kotak berupa kubusatau persegi panjang. Sesekali terdapat bidang bulat atau lengkung yang biasanya muncul karena faktor ergonomi. Pada elemen bentuk ini tampilan yang ditonjolkan adalah penampilan yang bersih , polos, dan jujur. Hal ini terlihat dari tidak adanya tampilan-tampilan profil kayu, baik di rangka maupun badan furnitur. Bentuk-bentuk tak lazim seperti bentuk miring, segitiga, maupun segi banyak biasanya ditemui di ruang pasif. Ruang pasif yang dimaksud adalah ruang-ruang yang biasanya tidak dimanfaatkan atau terbuang seperti ruang di bawah tangga, bentuk dinding yang tidak siku, dan sebagainya.

Ukuran  sebuah furnitur sangat dipengaruhi oleh faktor ergonomi dan besaran ruang yang tersedia . Hal ini terkait dengan fungsi aktivitas yang diwadahi oleh furnitur tersebut.  Faktor ergonomi yang dimaksud adalah standar ukuran yang dibutuhkan oleh tubuh manusia  dalam melakukan aktivitasnya . mengingat ukuran tubuh manusia di Indonesia pada umumnya , standar ergonomis di Indonesia lebih kecil dibanding standar yang berlakudi Eropa – Amerika yang penduduknya memiliki badan beruuran besar.

Secara garis besar  kegiatan fungsional manusia terbagi menjadi tiga :

* Kegiatan fungsional individu misalnya duduk di kursi, mandi, dan lain-lain

* Kegiatan fungsional bersama : misalny rapat, bermain,makan, dan lain-lain

* Kegiatan multifungsi biasanya berupa kegiatan yang dialih fungsikan misalnya dari ruang tamu  menjadi ruang tidur, ruang rapat menjadi ruang makan dll.

Pintu Pada fasade

Pintu merupakan salah satu elemen fasade yang berfungsi sebagai pembatas area (ruang) . Selain pintu berfungsi sebagai pembatas antara ruang luar dengan rumah, pintu juga merupakan media penghubung  antara bagian luar dengan rumah, maka pintu juga berfungsi sebagai media penunjang artistik sebuah fasade . Karena itu upayakan agar desain pintu dapat menyatu dengan elemen desain yang lain serta dapat menambah nilai artistik fasade secara keseluruhan.

Untuk menentukan desain pintu pada fasade tetap harus memperhatikan ukuran standar bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas pengguna bangunan (penghuni). Dalam kapasitas pintu sebagai media penunjang artistik sebuah fasade , maka perlu diupayakan juga agar bentuk dan desain pintu dapat menyatu dengan gaya arsitektur bangunan, karena jika desain tak sesuai akan menimbulkan kerancuan desain.

Jika bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas dasar berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan, niscaya sebuah hunian (rumah tinggal) yang dibangun dapat memenuhi segala tuntutan yang ada serta memberikan kepuasan bagi seluruh penghuninya.

Dekoratif dan Produktif

Dekoratif dan Produktif - Arsitektur hijau adalah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat. Hai ini dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal. Beberapa point pentingnya adalah pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik , mendesain bangunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak  kita dan sumber energi yang ada, mendesain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumber daya alamterbarukan dan penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam, pembangunan tidak berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan dan hasilnya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinta serta memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.

Dalam istilah arsitektur hijau, kemudian berkembang berbagai istilah penting seperti pembangunan berkelanjutan  atau sustainable development yaitu pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan orang-orang masa kinitanpa harus mengorbankan sumber daya alam yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.  Penerapan arsitektur hijau yang paling mungkin dan mudah adalah pada bangunan hunian seperti rumah. Cara sederhana yaitu desain bisa memadukan ruang dalam dan ruang luar dengan keberadaan tanaman hidup yang berguna untuk menjaga kestabilan suhu udara di dalam agar tetap sejuk dan segar. Anda bisa mengkombinasikan tanamn hias dengan tanaman produktif yang mampu menghasilkan pangan  dengan istilah mananam dan berkebun atau urban farming.

Lokasi tanaman hias dan tanaman kebun bisa diterapkan di semua sudut rumah seperti rooftop, di atas permukaan tanah, dengan metode penanaman yang bervariasi bisa secara konvensional maupun secara pot, polybag, atau menyusun pot secara vertikal, vertical garden, atau secara hidroponik  atau aquaponik. Pada dasarnya konsep ini mengasah individu untuk kreatif dalam mengoptimalkan hasil panen di lahan terbatas dan dapat menghemat biaya rumah tangga. Jenis-jenis tanaman ini bisa berupa sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat. Jadi selain kita membiasakan hidup sehat juga akan memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan di keluarga kita sendiri.

Kenali Penambal Nat kamar Mandi

Kenali Penambal Nat kamar Mandi – Nat keramik memang berfungsi sebagai penyambung dan penutup celah potongan atau sisi pertemuan keramik. Fungsi itu bertambah untuk aplikasi di kamar mandi. Di sini nat  harus mampu menahan rembesan air yang mengalir ke atas permukaan keramik. Apabila kamar mandi di lantai dua air yang merembes lewat nat bakal merusak plafon. Lama kelamaan akan menimbulkan kebocoran. Rembesan air biasanya terjadi karena usia nat yang lama. Bila lantai kamar mandi masih terbilang baru, apabila terjadi kebocoran maka kemungkinan terjadi kesalahan pemasangan nat.

Cara aplikasi penutup retak pada nat :

* Kerok nat yang masih menempel pada lantai.

* Gunakan selotip kertas pada sisi nat agar cairan  crack seal tidak tumpah ke lantai.

* Gunakan sarung tangan karet sebelum menggunakan cairan crack seal.

* Tuang  cairan dengan perbandingan 1 : 1

* Kocok dahulu cairan crack seal sampai warnanya terlihat keabuan.

* Tuangkan  crack seal ke dalam nat

*Bersihkan sisa selotip apabila telah selesai aplikasi

 

Kesesuaian Ruang Sisa Dengan Furnitur

Kesesuaian Ruang Sisa Dengan Furnitur - Keserasian hunian sangat dipengaruhi oleh pilhan furnitur yang sesuai dengan interior ruang dan konsep desain rumah , mulai dari keserasian model furnitur, warna dan bahan yang digunakan.Begitu pula saat sebelumruang sisa diolah. Misalnya ketika sebuah ruang  di bawah tangga akan diolah menjadi tempat penyimpanan berupa lemari, ambalan, atau furnitur lainnya, harus diperhatikan kesesuaian dan keserasian dengan furnitur lain yang terdapat di ruangan tersebut.  hal ini bisa dilakukan antara lain dengan memilih material, warna, atau model yang sama.  Misalnya jika interior sebuah ruang didominasi oleh furnitur kayu maka lemari yang akan ditambahkan pada ruang sisa sebaiknya menggunakan material kayu dengan warna finishing cat yang sama atau senada. Atau bisa juga dipilih warna yang berbeda dengan model yang sama.

Salah satu alasan penting dalam pemilihan furnitur adalah faktor daya tahan yang menyangkut keawetan dan kekuatan. Hal ini penting mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi, apalagi di kawan kota besar seperti Jakarta. Idealnya sebuah hunian haruslah tahan terhadap segala musim dan cuaca. Kala musim hujan untuk mengantisipasi ancaman banjir, tentu dibutuhkan trik khusus agar rumah tetap aman dari banjir sehingga furnitur di rumah anda tidak terendam air. Untuk menghindari furnitur dari kerusakan akibat perubahan cuaca ekstrem dapat dimulai dari penataan dan pemilihan furnitur yang tepat. Furnitur yang dipilih sebaiknya furnitur berbahan material yang antiair seperti besi, alumunium, dan stainless steel.

Furnitur besi dapat dibuat dari material besi tempa atau besi baja yang difinishing cat duco. Penggunaan furnitur besi dapat berbentuk tempat tidur, meja makan, maupun meja kerja. Sementara bahan alumunium pun bisa dijadikan pilihan untuk kursi makan, kursi tamu, atau armchair. Harganya lebih murah dibandingkan perabotan yang terbuat dari besi biasa atau besi tempa. dengan pemilihan warna yang tepat kesan murah bisa diminimalisir . Lemari juga dapat diconversi menggunakan bahan plastik. Saat ini banyak lemari plastik yang didesain mewah. Selain murah lemari plastik juga mudah dibersihkan.

Kabinet Gantung

Kabinet Gantung – Unsur utama penunjang suatu tampilan interior yang harmonis adalah kesesuaian tema ruangan dengan karakter furnitur di dalamnya. Tampilan interior ruangan seperti ini mengedepankan kesan ringan seperti pemilihan warna dinding yang berkarakter soft, sofa yang ringan berkarakter, hadirnya banyak bukaan pada ruang dan lain-lain. Anda dapat menghadirkan lemari dua sisi pada ruangan  yang disesuaikan dengan penataan interior  hunian. perancangan lemari dua sisi yang membatasi dua ruang juga harus dirancang dengan konsep ringan. Lazimnya kabinet simpan memang cenderung full sampai ke lantai, tetapi bisa anda buat seolah-olah menggantung.

Minimnya olahan bentuk dan alternatif area simpan pada lemari ini sengaja dihadirkan untuk menghindari kesan berat. Apabila rancangan lemari dua sisi memiliki banyak olahan bentuk dan alternatif area simpan maka akan mengakibatkan ketidaksesuaian dengan tema tampilan interiornya secara keseluruhan yang mengangkat konsep ringan.

Area simpan pada kabinet gantung dirancang berupa laci. Ini memudahkan pengguna dalam menjangkau barang yang tersimpan di dalamnya . Selain itu penataan barang pada kabinet lacipun bisa lebih rapi. Area simpan pada kabinet gantung dirancang terbuka. Rak tersebut hanya berfungsi untuk meletakkan benda-benda yang lebih bersifat dekoratif  sehingga bisa dinikmati keindahannya.

Dak Beton

Dak Beton – Desawa ini tidak semua bangunan rumah tinggal menggunakan atap pelana atau perisai. Semakin menjadi tren untuk memiliki atap datar yang berupa dak beton. bagi yang rumahnya dilengkapi dengan roof top / roof deck, ruang dak beton tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang beraktifitas, duduk-duduk santai , menyantap makanan, maupun olah raga. Roop top / roof deck disukai olah banyak orang  karena pada lantai tanpa atap tersebut tersedia ruang kosong yang luas untuk beraktivitas. Selain itu ruang yang terbuka ke atas ini memiliki view yang luas dengan udara segar. Berada di roop top / roof deck  memberikan suasana yang tenang dan kontemplatif. Jauh dari keramaian aktivitas di dalam rumah serta jauh dari jalan.

Tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk tempat berolah raga . Jenis olah ragapun beragam mulai dari skipping, senam, yoga, aerobic, bulu tangkis,sampai  tenis meja. Tetapi perlu diperhatikan bahwa pada olah raga yang menggunakan bola, terpaan angin yang cukup kencang dapat menjadi penghambat. Selain angin kencang panas matahari dan hujan juga mempengaruhi aktivitas dan timing berolah raga.

Penyimpanan alat-alat juga harus diperhatikan. Karena lokasi ruang olah raganya berada di luar, penyimpanan alat memerlukan penanganan khusus.  Misalnya dengan menyediakan lemari atau tempat penyimpanan di ruang dalam yang letaknya  dekat dengan akses ke dak.

Sebaiknya pastikan bahwa desain bangunan sudah memenuhi standar desain yang baik di mana keselamatan pengguna merupakan hal yang penting. Dinding pembatas di tepi dak  berupa dinding atau railing merupakan elemen yang wajib ada dengan ketinggian minimal 1 meter.

Kolam

Kolam - Sudah terbukti bahwa unsur air mendatangkan efek psikologis yang menyejukkan terutama untuk mata. Kehadiran air yang bersifat cair juga mampu melunakkan suasana kaku akibat bentukan elemen-elemen bangunan seperti lantai, dinding, dan langit-langit yang terbuat dari material padat. Oleh karena itu kolam menjadi pilihan yang disukai banyak orang untuk melengkapi penampilan hunian mereka.

* Reflecting pool : jenis kolam yang satu ini mempunyai fungsi spiritual yaitu bisa menjadikan rumah sebagai tempat merenung, bermeditasi atau merefleksikan jiwa sehingga dapat melihat  cerminan diri. Sesuai konsep Zen, reflecting pool sellau tampil dalam desain simpel dan sangat sesuai untuk jenis rumah yang bergaya minimalis yang tidak terlalu banyak menghadirkan ornamen.

* Kolam ikan : Selain membuat rumah tampak asri kolam ikan merupakan media penyaluran hobi  bagi orang-orang yang senang memelihara binatang. Kolam ikan bisa diletakkan di mana saja di dalam maupun di luar rumah. Biasanya kolam merupakan bagian dari taman yang menghiasi pekarangan dalam hunian. Desain kolam ikanpun saat ini sangat beragam dari gaya bali, klasik, minimalis, dan lain-lain. Efek air bergerak dan suara yang ditimbulkan tidak hanya menciptakan suasana yang lebih dinamis namun juga mampu memberikan kesegaran.

 

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek