Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Category Archives: Desain Rumah

Permainan Bidang Maju Mundur

Eksplorasi bidang fasade tidak hanya dilakukan dengan satu cara saja. Namun ada berbagai cara yang juga dapat dilakukan sesuai dengan gaya arsitektur  maupun pesan ekspresi visual yang ingin disampaikan . Misalnya teknik permainan bidang masif atau berongga  pada fasade yang disusun maju mundur maupun disusun atas bawah.  Teknik permainan bidang berongga  (bentuk kotak yang tengahnya berlubang) pada fasade yang disusun maju mundur maupun disusun atas bawah secara berdekatan kemudian dipadu dengan permainan warna serta tekstur dapat diciptakan untuk menguatkan karakter serta mempertegas ekspresi visual fasade.

Penerapan konsep permainan ini sering menimbulkan permasalahan khusus yang membutuhkan kreativitas tertentu untuk mengatasinya yaitu adanya benturan struktur  dan konstruksi. Namun demikian hal itu justru dapat dijadikan sebagai media untuk mengoptimalkan ekspresi fasade dalam bentuk tertentu agar dihasilkan desain yang lebih menarik dan ekspresif. Permainan bidang fasade dengan cara menonjolkan bidang tertentu dan menyembunyikan bagian yang lain dapat menciptakan bentuk fasade yang menarik dan ekspresif .

Partisi Air yang Menyejukkan

Siapa bilang partisi hanya bisa tampil dengan bentuk itu-itu saja? Buktinya partisi anda dapat tampil dengan beda dengan suasan outdoor dan inspirasi dari taman-taman air di luar rumah. Suara gemericik air semakin menambah kental suasana outdoor yang sejuk. Partisi air dibuat dari rangka kayu yang dilapisi furnishing kayu berwarna gelap. Sementara elemen air dialirkan melalui bidang kaca yang menghasilkan bayangan yang blur dan semitransparan. Air mengalir dari atas ke bawah kemudian ditampung dalam bak tanaman. Kita dapat menaruh tanam-tanaman favorit dalam pot-pot kecil di dalam bak tanaman tersebut. Dua lampu downlight turut melengkapi partisi ini sehinggga bayangan air yang jatuh terlihat lebih dramatis .

Bila anda tinggal dalam hunian yang tidak menyisakan lahan untuk taman mungil di luar rumah, partisi ini dapat anda manfaatkan untuk menghadirkan suasana luar ke dalam rumah.Air yang mengalir yang mengalir di sepanjang dinding partisi bening menghasilkan bayangan blur dan semi transparan , tampilan seperti ini amat cocok untuk dimanfaatkan sebagai elemen pembatas. Kehadiran bak tanaman membawa suasana luar ke dalam rumah menciptakan suasana hijau nan sejuk.

Teknik Mengolah Dinding Fasade

Selain berfungsi untuk menentukan batas pandang suatu ruang, sebagai unsur vertikal dinding juga sangat berperan sebagai media untuk kendali visualisasi fasade bangunan. Dinding merupakan media pencipta ekspresi bentuk dan estetika fasade sebuah bangunan. Untuk mengoptimalkan nilai estetika fasade perlu dilakukan eksplorasi fasade lebih detail lagi. Selain itu diperlukan juga sebuah upaya yang jeli untuk menentukan eksekusi desain fasade , karena fasade sebagai cerminan program ruang di dalamnya, fasade juga terbentuk dari elemen-elemen arsitektur yang  lain yaitu bukaan ruang (pintu, jendela, BV dan asesories) maupun pemilihan material , finishing, dan warna bangunan.

Di dalam eksekusi desain faktor finishing bangunan dan warna justru memegang peranan yang paling menonjol untuk menciptakan karakter fasade sebuah bangunan (rumah tinggal). Teknik pengolahan (eksplorasi) dinding yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain antara  lain: eksplorasi warna dan tekstur dinding , eksplorasi bentuk dan ukuran, membuat bukaan ruang, membuat posisi maju mundur dinding fasade, dan membuat lubang bidang fasade.

Eksplorasi bentuk dan ukuran  dinding dapat dilakukan dengan menyesuaikan gaya arsitektur dan ekspresi visual bangunan serta tuntutan struktur yang digunakan dalam bangunan tersebut.  Yang termasuk struktur bangunan meliputi dinding sebagai penyangga atap dan dinding nonstruktural yaitu dinding yang bebas tidak terikat struktur yang lain. Eksplorasi bentuk dan ukuran dinding dapat dilakukan sesuai dengan tuntutan struktur yang dominan dalam bangunan.

 

Menata Koridor

Dalam sebuah rumah kadang kita menjumpai banyak lorong atau koridor sebagai jalur penghubung antara ruang satu  dengan yang lain. Koridor yang berfungsi sebagai jalur  sirkulasi ini kerap terabaikan atau tidak mendapat sentuhan desain sama sekali. Walaupun bukan ruang utama koridor  layak mendapatkan sentuhan desain yang apik. Anda bisa menambahkan pintu kaca sebagai penghubung.

Sedang koridor yang terlebatk di bagian luar bangunan menempel pada tembok terluar , anda bisa mendesain dengan semi terbuka. Untuk penutup atap bisa dipakai bilah-bilah kayu yang disusun menyerupai kisi-kisi. Atap yang tidak tertutup ini memungkinkan tumbuhnya rumput sebagai alas koridor. Petak-petak batu kali sebagai jalan setapak yang mengarahkan jalur sirkulasi ke garasi ataupun ke arah sebaliknya  yaitu dapur. Tak hanya atas dan bawah saja yang diperlakukan istimewa, bidang dinding yang membentuk koridorpun bisa diperhatikan dengan cermat. Dua jenis perlakuan diterapkan  pada tembok koridor. Yang pertama dinding semen ekspos yang diberi tekstur dari hasil teknik kamprot yaitu melemparkan campuran semen ke permukaan dinding yang akan dilapis. Dinding lain berupa bata ekspos yang disusun membentuk pola tertentu.

Terbukti koridor yang bagi sebagian orang dianggap tempat lewat biasa bisa tampil dengan menarik . jauh dari kesan gelap dan sempit.

Tipe dan Gaya Kolam

Tipe dan Gaya Kolam – Taman dengan kolam minimalis memiliki keragaman yang dapat dikembangkan berdasarkan jenis tanaman dan tema kolam diantaranya sebagai berikut :

* Kolam taman air : taman yang memiliki elemen lunak berupa tanaman air serta elemen air

*Kolam ikan : kolam ikan relatif mudah untuk dibuat karena tidak memerlukan waktu yang lama. Kolam ikan dapat membawa suasana santai dalam rumah. Ikan-ikan yang berenang di kolam akan membuat perasaan tenang dan sejuk.

* Kolam hias: menghadirkan unsur air dalam suatu wadah baik bentuk alami maupun buatan, sudah bisa dikategorikan sebagai kolam hias. Karena untuk mendapatkan kolam hias hanya memerlukan air sebagai unsur utama dan elemen pendukung lainnya sebagai unsur yang berfungsi menjadi penghias.

Berdasarkan gaya kolam ada dua :

*Gaya alami : di tanah luas dengan suasana alami dan terletak di dataran tinggi. kolam gaya ini akan tampil serasi. Walaupun dasar kolam berupa lumpur atau tanah dinding kolam bagian dalam biasanya dibuat turap.

* Gaya artifisial : merupakan kolam buatan yang bentuk dan pergerakan airnya mengandalkan teknologi. Pergerakan air harus dioperasikan dengan pompa listrik dan dialirkan melalui pipa-pipa paralon. Batu bata, semen bahkan kerangka besi diperlukan untuk membuatan dasar dan dinding kolam. Kolam ini memeiliki banyak kelebihan antara lain bisa dibuat dalam aneka bentuk dan mudah dihadirkan di mana saja baik di sudut, halaman depan ataupun belakang.

Pengisi Daun Jendela

daun jendela memiliki bagian yang disebut pengisi . Bagian inilah yang diikat atau dipegang bingkai (kerangka) daun jendela. Sebagian besar bahan yang dipilih untuk pengisi daun jendela adalah kaca. Ini karena kaca bersifat meneruskan cahaya mampu mengontrol panas yang masuk dan tentunya bersifat tembus pandang. Selain kaca kita juga mengenal bahan lain yaitu kayu. Untuk pengisi jendela kayu hadir dalam bentuk jalusi. Bentuk ini memungkinkan udara tetap bisa masuk walaupun jendela dalam keadaan tertutup. Penggunaan jendela kayu lebih dipilih untuk mendapatkan privasi bukan untuk memasukkan vista ke dalam bangunan.

Untuk bahan kaca sekarang banyak dijual  dengan kualitas, keamanan, keselamatan dan kekuatan kaca yang bagus. Kaca dengan kecanggihan tehnologi juga bisa mengontrol panas . Dari segi keamanan dan keselamatan ada tiga  jenis kaca yang bisa anda gunakan yaitu : wired glass, tempered glass, dan laminated glass.

*Wired glaas adalah kaca yang disisipi kawat baja di antara kedua lapisannya. Kaca ini bisa dibuat bening atau berpola.

* Tempered glass adalah kaca yang diperoleh dari proses pemanasan sampai 650 derajat kemudian didinginkan.Jika pecah kaca ini akan hancur dalam bentuk pecahan-pecahan kecil sehingga tidak melukai.

*Laminated glass : kaca yang mempunyai lapisan plastik tipis yang dipasang diantara dua lapis kaca. Selain memperkuat kaca lapisan ini juga berfungsi menjaga pecahan kaca agar tidak berhamburan atau melukai orang.

Selain kaca di atas ada juga kaca stained glass / kaca yang dapat diwarnai atau dilukis, dan kaca glass bock yaitu kaca dengan tampilan early modern dengan sentuhan geometris yang kental. Kelebihan dari kaca ini adalah lebih privasi dan kekuatannya dapat diandalkan.

Tipe Jendela

Ada berbagai type jendela yang perlu anda ketahui sebelum diaplikasikan ke dalam rumah anda:

* French window : tipe jendela dengan sepasang jendela ayun yang juga berfungsi akses keluar masuk  atau pintu. Karena memiliki fungsi ganda sebagai pintu jendela ini dibuat menapak lantai. Sebagian besar jendela ini dibuat dengan arah bukaan ke dalam .Kamar tidur merupakan lokasi yang paling tepat untuk french window.

* Pivoted window : adalah tipe jendela yang daun jendelanya dapat berputar 90 derajat  atau 180 derajat secara horisontal atau vertikal. jendela ini banyak dipakai di gedung-gedung bertingkat sebagai emergency exit.

* Jalousie window : jendela yang memiliki pelat-pelat panjang horisontal dari kayu atau gelas yang tersusun rapat saat dibuka pelat-pelat itu bergerak secara bersamaan. Jendela kaca nako adalah contoh jalousie.

* Bay Window : jendela ini memiliki bentuk yang menjorok seperti teluk. Dalam desainnya jendela ini bisa terdiri atas operable window ( jendela yang bisa dibuka ditutup), jendela mati, dan skylight. Keuntungan memiliki jendela ini  kita bisa mengakses lebih banyak vista, cahaya, dan udara apabila semua jendelanya bersifat operable.

*Bow window: jendela ini mirip dengan bay window hanya saja bukaan-bukaan jendelanya disusun dalam format melengkung. ruang yang terbentuk dalam bow window difungsikan sebagai sudut santai.

* Dormer window : adalah jendela  vertikal yang terletak di atap rumah. Jendela ini menjorok keluar dari atap miring bangunan. Biasanya bagian atasnya dinaungi dengan atap. Jendela ini cocok diaplikasikan pada rumah yang bergaya country.

Bentuk Koridor

Koridor sebagai ruang penghubung harus fleksibel  mengikuti bentuk bangunan. karena itu, bentuknyapun bisa berbeda-beda  tergantung letak masing-masing ruang yang akan dihubungkannya. Beberapa tipe dan bentuk koridor bisa diterapkan pada rumah tinggal :

* bentuk I : koridor berbentu i memberi kesan mengarahkan dengan pasti ke ruang yang akan dituju. Bentuk seperti ini menghasilkan koridor dengan ujung sebesar lorong. ujung lorong inilah yang merupakan nilai lebih yang tidak dimiliki koridor bentuk lain. Karena itu sudah sepantasnya anda memberikan perlakuan istimewa untuk ujung lorong ini. Buat bagian itu menjadi point of interest  bisa dengan memberikan elemen dekoratif pada dindingnya. Anda bisa tambahkan perabot tertentu . Untuk koridor yang cukup besar bisa ditambahkan dengan kredensa atau meja konsol atau memberikan finishing yang berbeda.

* Bentuk L : koridor berbentuk L biasanya hadir di rumah-rumah berukuran menengah sebab cenderung menghabiskan banyak tempat. Koridor l tidak mengarahkan sirkulasi langsung ke arah tertentu. Koridor bentuk L dapat dipakai untuk mengarahkan sirkulasi ke ruang yang tidak ingin ditonjolkan misalnya ruang servis. Dapat juga digunakan sebagai jalur sirkulasi menuju ruang yang lebih privat misalnya kamar tidur.

* Bentuk U : koridor jenis ini umumny melingkari suatu ruang biasa terdapat pada void atau courtyard. Desain koridor bentuk U dapat dibuat semi terbuka. Desain koridor yang terbuka akan membuat sirkulasi ruang teras tidak panjang dan membosankan.

* Bentuk melengkung : tak ada salahnya anda membuat koridor melengkung yang lebih dinamis. Rasa dan kesan ruang sirkulasi dengan bentuk seperti ini pun akan jauh berbeda dibandingkan kesan ruang yang lurus dan kaku. Tetapi jenis koridor ini tidak seefisien koridor lurus. Selain membutuhkan ruang lebih banyak koridor jenis ini juga menghasilkan banyak sisa ruang yang kurang bermanfaat.

Menyesuaikan Bentuk dan Desain Dengan Lingkungan

Untuk menciptakan sebuah hunian (rumah tinggal) yang estetis dan betul-betul nyaman serta dapat membuat betah penghuninya, selain diperlukan perencanaan yang teliti dan matang dalam menentukan program ruang yang dibutuhkan maupun dapat mengakomodir semua kegiatan dan aktivitas penghuninya, juga perlu mempertimbangkan faktor iklim dan lingkungan di mana bangunan (rumah tinggal ) tersebut akan dibangun.

Hal ini sangat penting karena iklim negara kita adalah tropis yang ,memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang intensitas hujan dan kemaraunya cukup tinggi sehingga tingkat kelembabannya juga tinggi. Oleh karena itu desain bangunan sebaiknya disesuaikan dengan konteks lokasi ( lingkungan sekitar). Tuntutan pemenuhan fungsi, penerjemahan konsep maupun keselarasan antara desain dengan keadaan lingkungan sekitar akan sangat menentukan bentuk dan estetika bangunan tersebut. sehingga estetika (keindahan bangunan) pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh unsur dekoratif semata yang dibalutkan pada fasade bangunan.

Jka bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas dasar berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan, niscaya sebuah hunian (rumah tinggal) yang dibangun dapat memenuhi segala tuntutan yang ada serta memberikan kepuasan bagi seluruh penghuninya.

 

Bentuk dan Ukuran Furnitur

Pada funitur simpel minimalis, bentuk furnitur cenderung didominasi oleh bidang kotak berupa kubusatau persegi panjang. Sesekali terdapat bidang bulat atau lengkung yang biasanya muncul karena faktor ergonomi. Pada elemen bentuk ini tampilan yang ditonjolkan adalah penampilan yang bersih , polos, dan jujur. Hal ini terlihat dari tidak adanya tampilan-tampilan profil kayu, baik di rangka maupun badan furnitur. Bentuk-bentuk tak lazim seperti bentuk miring, segitiga, maupun segi banyak biasanya ditemui di ruang pasif. Ruang pasif yang dimaksud adalah ruang-ruang yang biasanya tidak dimanfaatkan atau terbuang seperti ruang di bawah tangga, bentuk dinding yang tidak siku, dan sebagainya.

Ukuran  sebuah furnitur sangat dipengaruhi oleh faktor ergonomi dan besaran ruang yang tersedia . Hal ini terkait dengan fungsi aktivitas yang diwadahi oleh furnitur tersebut.  Faktor ergonomi yang dimaksud adalah standar ukuran yang dibutuhkan oleh tubuh manusia  dalam melakukan aktivitasnya . mengingat ukuran tubuh manusia di Indonesia pada umumnya , standar ergonomis di Indonesia lebih kecil dibanding standar yang berlakudi Eropa – Amerika yang penduduknya memiliki badan beruuran besar.

Secara garis besar  kegiatan fungsional manusia terbagi menjadi tiga :

* Kegiatan fungsional individu misalnya duduk di kursi, mandi, dan lain-lain

* Kegiatan fungsional bersama : misalny rapat, bermain,makan, dan lain-lain

* Kegiatan multifungsi biasanya berupa kegiatan yang dialih fungsikan misalnya dari ruang tamu  menjadi ruang tidur, ruang rapat menjadi ruang makan dll.

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek