Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Category Archives: Tips dan Trik

Proporsi Visual Fasade

Setiap bangunan mempunyai elemen-elemen fasade yang akan menciptakan kesan tertentu dan sifatnya pengarahan. Contohnya jika anda melihat bangunan yang megah dan elegan maka sebetulnya anda melihat konfigurasi elemen fasade tersebut didominasi oleh elemen-elemen yang penataannya memanjang vertikal. Dengan demikian akan menghasilkan kesan bangunan yang tinggi, megah, dan elegan.

Kesan bangunan yang tinggi bisa diciptakan dengan beragam cara antara lain dengan menbuat jendela-jendela vertikal, kolom-kolom vertikal, bukaan ruang yang menjulang vertikal, bidang masif atau transparan yang disusun vertika maupun elemen-elemen estetika horisontal berupa list profil (moulding) atau elemen estetika vertikal lainnya.

Proporsi visual fasade yang dominan vertikal atau terlihat tinggi akan menciptakan kesan visual yang lega serta lapang baik bagi pengamat maupun penghuni yang tinggal di dalamnya. Untuk memberi kesan tinggi dan elegan pada bangunan juga dapat digunakan elemen fasade tambahan  yaitu berupa sun shading atau kulit kedua bangunan, sehingga bangunan tersebut mempunyai double fasade. Upaya ini bermanfaat untuk mencegah sinar matahari masuk secara langsung, mereduksi panas sekaligus akan menambah nilai estetika fasade.

Tips Dapur

Pada prinsipnya dapur merupakan ruang kerja , tempat membuat makanan untuk keluarga, mulai dari persiapan memasak, sampai menyajikan. Aktifitas utama tersebut sebagai segitiga kerja yang akan mempengaruhi desain penempatan furnitur.

Anda bisa melengkapi dapur anda dengan meja bar mini yang fungsinya untuk menyiapkan bahan baku masakan sekaligus menyantap makanan dapat berlangsung bersamaan. Untuk kitchen set bisa anda lengkapi dengan lemari, laci, dan rak. Jika anda keluarga kecil ada baiknya pula dibuat meja makan mungil yang menyatu dengan kitchen set.

Untuk mengisi dapur ada beberapa tips :

* Manfaatkan dapur seefisien mungkin

* Gunakan furnitur multiguna berupa lemari yang memiliki banyak rak, laci, gantungan, dan meja kerja untuk memotong makanan atau meracik bumbu.

* Rancanglah meja yang memiliki ruang untuk bak cuci, kompor, lemari es, oven, dan hobs supaya perkakas dapur tertata rapi.

Plafon dari Bambu dan Rotan

Wacana ecogreen dan sustainable construction yang berembus kencang kian menyebabkan pamor bahan-bahan yang berasal dari alam kian popular. Bambu dan rotan misalnya menjadi contoh dua bahan alami yang kini semakin digemari berbagai kalangan. Sekarang pengetahuan tentang pengolahan dua bahan tersebut berkembang dengan pesat, menjangkau hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kini penggunaanya tidak hanya sebatas untuk dinding saja tetapi sudah dimanfaatkan sebagai bahan plafon. Pemakaian kedua bahan tersebut  kerap diasosiasikan dengan konsep bangunan secara keseluruhan, biasanya bangunan yang mengusung konsep natural dan ingin menampilkan kesan alami.

Bambu dan rotan yang akan dipakai bahan plafon biasanya harus dianyam terlebih dahulu . Selain teknik anyam dua bahan tersebut dapat dibentuk menjadi lembaran dengan cara dipotong kecil-kecil hingga berbentuk bilah-bilah batang tipis. Setelah itu batang disatukan dengan cara diikat dengan benang. Karena dua material tersebut cenderung mudah renggangsebaiknya jangan menghitung ukuran plafon dari rotan dan bambu berdasarkan hitungan plafon dari gypsun dan multipleks. Dengan kata lain ukuran plafon tidak bisa dibuat ke dalam bentuk modul ukuran tertentu.

Plafon bambu dan rotan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihannya citra kedua bahan tersebut unik, tradisional, mempunyai nilai tersendiri, memungkinkan udara keluar masuk dengan leluasa sehingga menghasilkan suhu ruang yang sejuk. Kekurangannya bahan tersebut mudah renggang dan daya tahan terhadap cuaca rendah. Oleh karena itu sebaiknya anda membuat rangka atau penyangga yang lebih kokoh di atas plafon ini. Selain mudah renggang, dua bahan tersebut membutuhkan proteksi ekstra agar tidak mudah berjamur atau dimakan rayap.

Balkon dan Railing

Balkon merupakan suatu bentuk konstruksi yang terletak menempel di bagian luar dinding lantai dua. Balkon mempunyai fungsi seperti teras yaitu dapat digunakan untuk tempat istirahat serta penunjang estetika bahkan artikulasi fasade bangunan. Untuk tujuan keamanan dan melengkapi kesempurnaan  tampilan balkon maupun fasade bangunan , biasanya pada balkon dilengkapi dengan railing.

Railing yaitu pagar pembatas yang digunakan untuk pengaman pada balkon. Karena keberadaan railing juga sangat menunjang kesempurnaan desain fasade, maka desain railing juga harus disesuaikan dengan karakter desain fasadenya. Penggunaan balkon dan railing bisa menciptakan sebuah warna serta bentuk ekspresi fasade yang mempunyai citra khas, karena itu kita bisa menciptakan gaya arsitektur tertentu menggunakan kreasi balkon dan railing.

Teras, balkon, dan railing merupakan elemen fasade yang sering digunakan sebagai media pembentuk artikulasi fasade (point of interest), karena teras , balkon dan railing dapat diekspos dan ditonjolkan dari segi bentuk, warna, tekstur maupun ukuran. Contoh bentuk dan desain balkon maupun railing yang diekspos bisa menggunakan stainless dan kaca atau besi besi holo yang dicat sebagai artikulasi fasade, dapat mengoptimalkan fungsi ruang  dan menunjang ekspresi visual bangunan.

 

 

Elemen Pendukung Powder Room

Mengolah powder room menjadi sudut  memajang artwork koleksi pribadi merupakan hal yang dapat membuat unik dan personal. Anda bisa menata powder room sedemikian rupa sehingga dilengkapi sudut rias dan bersih-bersih  yang ada di sampin area wastafel. Elemen lain yang wajib ada di area powder room  selain perangkat saniter  adalah cermin.

Saat ini cermin digunakan sebagai elemen estetika  yang cukup penting untuk membentuk interior powder room kian menarik. Pilihan cermin bisa beragam  tergantung selera serta kesan yang ingin ditonjolkan . Jika mengusung tema keselarasan, sebaiknya disesuaikan pilihan bentuk, ukuran,  dan gaya cermin dengan perangkat saniter yang ada.

Ingat semakin besar ukuran cermin, kesan yang timbul adalah semakin lapang . Tak perlu berlebihan menggunakan cermin sebesar mungkin demi mengejar kesan ruang yang kian lapang.  tetap sesuaikan dengan keseluruhan elemen dalam powder room.

Untuk saniter yang ada di powder room yang mungil  bisa dipilih bak wastafel yang freestanding berbentuk tabung sementara urinoirnya berbentuk segitiga yang menempel di dinding dalam ukuran kompak. pertimbangan utama memilih saniter  untuk powder room adalah kesesuaian dengan ukuran luas powder room. Beberapa produk saniter sudah memiliki saniter  berukuran kompak untuk mengakomodasi kebutuhan ini.

Menyeimbangkan Langit-Langit Ruang yang Terlalu Tinggi

Ada kalanya kita menemukan ruang yang terasa terlalu tinggi sehingga ruang itu terlihat kosong dan dingin. Ada beberapa trik agar langit-langit tidak terasa jauh :

* Catlah plafon dengan warna gelap sementara bagian dindingnya warna terang

* Berilah batasan atas dan bawah pada permukaan dinding. cat bagian batas atas dan permukaan plafon dengan cat berwarna gelap sementara batas bawah dengan warna terang. Ini untuk menimbulkan kesan seolah-olah  plafon sudah dimulai dari batas atas permukaan dinding yang berwarna gelap.

* Menerapkan teknik plafon yang diturunkan (down ceilling).

* Menerapkan kombinasi teknik plafon down ceilling dengan bantuan cat. Modifikasi down ceillling dengan cara membuat trap pada bidang vertikal plafon yang diturunkan. Trap ini akan menciptakan celah. Teknik ini akan menimbulkan kesan seolah-olah plafon dekat dengan kepala kita.

* Manfaatkan teknik down ceilling yang dimodifikasi dengan tambahan pengaturan tata cahaya. Arahkan sinarnya ke dinding.

* Letakkan dua lampu dinding dengan teknik pencahayaan direct lighting beberapa centimeter di bawah plafon. Cat plafon dengan warna gelap. cahaya lampu yang berasal dari dinding bisa menciptakn kesan seolah-olah berasal dari plafon.

* Selain lampu hologen yang ditanam, pencahayaan pada plafon yang dinaikkan juga bisa disembunyikan , lampu dipasang pada bagian yang lebih rendah sehingga cahaya yang memantul pada up ceilling terlihat lebih lembut.

Membersihkan Tirai Shower dan Kaca Kamar Mandi

Tirai shower dari plastik yang telah lama digunakan akan tampak kusam. padahal tirai belum rusak atau sobek dan masih dapat digunakan.

Ada cara mudah untuk membuat kinclong kembali :

* Campur 1 ember air hangat suam-suam kuku dengan satu cangkir soda kue.

* Lepaskan ring gantungan tirai, lalu randam tirai dengan air campuran tadi.

* Sikat dan bilas tirai dengan air bersih

Untuk kaca kmaar mandi:

* Siramlah kaca dan basahi dengan air panas

* Setelah itu olesilah seluruh permukaan kaca dengan shampo diamkan 5 menit

* Setelah shampo agak mengering siramlah kembali dengan air panas maka permukaan kaca akan bening kembali.

* Jika kaca masih kusam ulangi kembali  tapi sebelumnya olesi permukaan kaca dengan minyak tanah.

Elemen-Elemen Teras

Untuk dapat menciptakan teras yang nyaman dan indah selain harus memperhatikan penempatan yang benar, perlu diperhatikan juga elemen-elemen penyusunnya yang baik. Elemen teras yang lengkap biasanya terdiri dari kolom atau tiang penyangga atap, pembatas teras, dinding, dan laintai.

* Kolom, merupakan jenis elemen struktur untuk menopang beban di atasnya. Namun demikian untuk tujuan estetis kolom teras tidak selalu bersifat struktural karena hanya berfungsi sebagai hiasan. Jika anda menggunakan kolom estetis (non struktural) maka sebaiknya bentuk dan desainnya disesuiakan dengan desain bnagunan  (gaya arsitektur)  secara keseluruhan agar dapat tercipta bentuk visual fasade.

* Railing (pembatas), biasanya diletakkan pada bagian sisi terluar lantai teras. Karena pertimbangan luasan teras yan gsempit maka railing sering tidak digunakan.

* Dinding, agar terlihat menarik dan estetis bisa digunakan berbagai macam finishing dinding seperti cat khusus eksterior, keramik, mozaik, maupun batu alam.

* Atap, merupakan elemen yang sangat penting karena merupakan penunjnag fasade maka desain atap teras harus menyatu dengan bentuk keseluruhan desain bangunan.

* lantai, merupakan elemen yang membuat teras menjadi menarik. Upayakan agar lantai teras bersifat heavy  duty(mampu menahan berat). Pilihan bahan lantai selain keramik adalah beton, lantai kayu, atau batu alam. Sesuaikan jenis dan bahan , karakter, serta finishingnya terhadap desain fasade bangunan secara keseluruhan.

Cegah Serangan rayap dan Tikus

Rayap dan tikus merupakan  salah satu penyebab kerusakan konstruksi dan furnitur di rumah khususnya yang berbahan dasar kayu. Hal ini sangat berbahaya karena bisa melemahkan  kekuatan bangunan rumah. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan :

* Hindari timbunan kayu di rumah karena dengan timbunan kayu rayap akan mudah bersarang dan meyerang perabot  rumah anda.

* Pilihlah jenis kayu jati atau mermau, karena dua jenis kayu ini rayap tidak menyukai baunya sehingga kemungkinan kecil rayap akan bersarang di dalamnya.

* Oleskan kayu dengan campuran oli dan solar sebelum dicat.

* Semprotkan bahan anti rayap ke bahan berkayu, karena dengan bau bahan ini rayap tidak mau mendekat.

* Basmi tikus dengan perangkap tikus, ada beberapa jenis perangkap yang bisa anda pilih di pasaranJangan biarkan makanan berceceran, karena tempat yang kotor akan mengundang tikus memasuki rumah anda.

*  Gunakan tumbukan kapur barus  kemudian sebar di plafon untu kmengurangi jumlah populasi tikus  di plafon.

* Tutup lubang-lubang di plafon dan pintu

*jagalah kebersihan dan kerapian rumah anda , hindari penumpukan kardus-kardus di lantai karena tikus sangat pandai membuat sarang pada tumpukan kardus.

* Perhatikan selokan / saluran air dengan menutup bagian-bagian saluran air yang memungkinkan untuk digunakan tikus masuk rumah.

Mengatur Jalur Sirkulasi Udara

Kelancaran sirkulasi udara menjadi kunci utama kenyamanan ruang. Bayangkan bila udara tidak mengalir lancar pasti merasa pengap, sumpek, dan tidak bisa bernafas dengan nyaman. Agar hal tersebut tidak tejadi anda bisa melakukan :

* Patikan setiap sisi rumah memiliki jalur sirkulasi baik berupa pintu, jendela, ataupun lubang ventilasi.

* Bila di ruang tamu tersedia sepasang  jendela untuk masuknya udara, maka buatlah sepasang jendela itu di idnding yang berseberangan dengannya.

* Jarak antar dinding tersebut tidak lebih dari 12 meter, dengan jarak antar dinding di kedua sisinya masing-masing tak lebih dari 4 meter sehingga jarak totalnya 8 meter

* Agar udara panas cepat terusir dari ruangan sediakan lubang ventilasi di bagian atas dinding sebagai jalan keluar bagi udara panas tersebut. Misalnya beberapa sentimeter di atas jendela atau justru ditempatkan berdekatan dengan plafon. Hal yang penting kita tak perlu menunggu suhu udara mendingin, tetapi segera membuangnya dari dalam ruangan.

* Untuk posisi bukaan yang terbaik adalah arah utara dan timur sebab angin yang dibawa tidak lembab dan terasa lebih sehat dibandingkan angin yang datang dari barat dan selatan.

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek