Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Tag Archives: renovasi rumah

VIEW 2

Kesalahan Yang Mungkin Dilakukan Saat Mendesain Fasad rumah

Fasad punya pengaruh yang sangat besar pada penampilan dan gaya rumah. Makanya fasad selalu jadi salah satu perhatian utama kalau ingin membuat desain rumah yang cantik. Tapi sayangnya, sering terjadi kesalahan saat mendesain fasad rumah. Padahal sedikit kesalahan saat mendesain fasad bisa merusak gaya desain yang diaplikasikan.

Karena itu untuk menghindari kesalahan saat mendesain fasad, kalian harus mengetahui beberapa poin ini:

Jendela Dengan Berbagai Bentuk Yang Berbeda-Beda

Dalam beberapa model rumah, pengaplikasian jendela dengan bentuk yang berbeda-beda mungkin memang bisa membuat rumah tampak menarik. Tapi tak semua rumah bisa diperlakukan demikian. Pasalnya tak jarang dengan bentuk jendela yang berbeda-beda tersebut, fasad rumah justru terkesan berantakan dan tak teratur. Karena itu, kalian perlu mempertimbangkan baik-baik kalau ingin mengaplikasikan jendela dengan bentuk yang berbeda-beda pada rumah.

Melupakan Tujuan Atau Fungsi Utama Elemen Tertentu

Setiap elemen atau bangunan umumnya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Fungsi-fungsi itu pun biasanya punya kegunaan yang cukup penting dalam keutuhan bangunan. Misalnya fungsi tiang pada bangunan, bukan cuma mempercantik rumah tapi juga punya fungsi penting untuk menopang dan menjaga kestabilan bangunan sehingga tak rentan roboh. Jadi jika ingin mengubah bentuk atau konsepnya, sebaiknya kalian pun tak melupakan fungsi atau tujuan utama dari elemen tersebut.

Ukuran Jendela Di Dekat Pintu Rumah

Sering kali kita membuat jendela yang posisinya berada di dekat pintu rumah. Misalnya di bagian atas pintu atau di sisi samping kanan kiri pintu. Nah agar jendela tersebut membuat fasad rumah juga tampak cantik, sebaiknya ukurannya pun proporsional dengan ukuran pintu rumah. Sehingga nantinya keberadaan jendela tak merusak keindahan fasad.

Kesalahan Saat Mendesain Fasad Itu Mengaplikasikan Lebih Dari Dua Warna Atau Pattern

Pengaplikasian satu warna atau pola pada fasad memang bisa membuat fasad rumah tampak lebih monoton. Tapi jika mengaplikasikan terlalu banyak warna atau pola pada bagian rumah yang berbeda-beda, bukannya dapat mempercantik fasad justru termasuk salah satu kesalahan saat mendesain fasad rumah yang perlu dihindari. Mengingat pengaplikasian warna atau pola yang terlalu banyak, justru terkesan terlalu ramai dan tak beraturan. Jadi sebaiknya jika memang ingin menciptakan variasi pada fasad rumah, kalian tak menggunakan lebih dari dua warna atau pola.

tips-membuat-ruang-keluarga-yang-berkualitas-696x464

Tips Membuat Ruang Keluarga Yang Berkualitas

Ruang keluarga menjadi salah satu ruang yang cukup penting di dalam rumah. Selain di meja makan, biasanya di dalam ruang keluarga semua anggota keluarga akan berkumpul untuk mengobrol. Nah, supaya kegiatan berbincang-bincang itu semakin nyaman, kita bikin ruang keluarga yang berkualitas yuk! Lalu gimana tips membuat ruang keluarga yang berkualitas itu? Ini dia tipsnya buat kalian semua.

Tips membuat ruang keluarga yang berkualitas itu dimulai dari desain penghawaannya

Sebenarnya tips membuat ruang keluarga yang berkualitas itu ga susah kok, hanya saja memang perlu sedikit trik. Hal pertama yang wajib diperhatikan adalah soal masalah desain penghawaan di dalam ruang keluarga.

Jangan sampai sistem penghawaan di dalam ruang keluarga itu terkesan lembab dan pengap, ya! Soalnya sebagai pusat atau jantung sebuah hunian, usahakan untuk menempatkan ruang keluarga yang memiliki sirkulasi penghawaan yang maksimal.

Perhatikan tata pencahayaan dalam ruangan

Konsep penting dari ruang keluarga adalah hadirnya suasana hangat. Kehangatan dalam keluarga bisa hadir lewat banyak hal. Selain dari material, tentu tata pencahayaan mengambil peranan yang cukup penting.

Misalnya cahaya kuning dari lampu, ternyata sanggup memberikan suasana hangat dalam ruang keluarga.

Memasukkan unsur-unsur dari alam

Tak hanya hangat, ruang keluarga juga perlu sejuk untuk menambah rasa nyaman. Memasukkan banyak unsur-unsur alam ke dalam ruangan, bisa jadi satu tips membuat ruang keluarga yang berkualitas lho!

Pot-pot tanaman hijau yang ditempatkan di dalam ruang keluarga, pasti bisa membuat aktivitas di ruang keluarga dapat berjalan lebih menyenangkan. Selain itu juga, meletakkan beberapa pot tanaman hijau di dalam ruangan juga bisa membantu memperbaiki udara di dalam ruangan, serta bisa digunakan juga sebagai elemen dekoratif.

Membuat focal point yang menarik

Dalam sebuah ruangan itu pasti harus ada satu focal point yang menarik. Hal itu dikarenakan dalam prinsip mendesain, tentu tidak bisa semua elemen jadi focal point kan! Nah oleh sebab itu, kehadiran satu aksen atau elemen dekorasi sebagai focal point sangat penting di dalam dekorasi ruangan.

Namun ingat, jangan membuat banyak titik fokus karena itu akan merancukan pandangan mata di ruang yang sudah kecil. Cukup beri satu focal point misal dengan penerapan lukisan besar, furnitur futuristik atau warna dinding yang mencuri perhatian.

balkon-rumah-menghadap-barat-ini-dia-solusinya-2-696x464

Jika Balkon Rumah Menghadap Ke Barat, Ini Dia Solusinya

Ketika tinggal di dalam hunian berlantai dua yang memiliki balkon, tentunya banyak dari kalian yang suka menyendiri atau merenung di sana. Tapi gimana jadinya jika posisi dari balkon rumah yang menghadap ke arah barat? Nih, kita kasih solusi soal menghadapi balkon rumah menghadap barat!

Balkon rumah menghadap barat diselesaikan dengan banyak menanam pohon

Ketika balkon rumah menghadap barat tentu terasa panas ketika sudah memasuki sore hari, saat matahari akan tenggelam. Nah, tentu sudah bukan rahasia umum lagi kalau utama dari pohon adalah menyerap sinar matahari saat fotosintesis.

Maka dari itu, penanaman pohon dan berbagai jenis bunga untuk taman sangat direkomendasikan pada rumah tinggal dengan posisi menghadap barat. Maksimalkan area barat dengan penataan pohon-pohon teduh. Hal ini dapat membantu menghalau sinar matahari terik, terlebih pada siang hari.

Memanfaatkan tanaman rambat

Cara ini sebenarnya masih serupa dengan cara menanam pohon. Namun pemanfaatan tanaman rambat lebih menghemat luasan dan sangat cocok digunakan pada, rumah tinggal atau balkon rumah yang tidak memiliki lahan terlalu luas.

Selain itu terdapat berbagai macam tanaman rambat hias yang dapat kita gunakan. Selain dapat mengurangi intensitas cahaya di dalam ruangan, tanaman rambat juga dapat memberikan dampak signifikan pada tampilan balkon rumah menghadap barat ini.

Menggunakan secondary skin pada bagian fasad rumah

Penggunakan secondary skin untuk menghalau sinar matahari memang hal yang umum dilakukan, terlebih pada rumah menghadap ke arah barat. Salah satu contoh secondary skin yang dapat digunakan adalah kisi-kisi.

Hebatnya meskipun dapat menghalau sinar matahari di area balkon rumah, kisi-kisi masih memiliki celah yang memungkinkan udara masuk ke dalam ruangan kok. Jadi ga membuat rumah jadi terlihat penuh dan pengap gitu.

Memperpanjang bagian teritisan atap rumah

Selain dengan menata ruangan, cara lain yang dapat  dilakukan adalah dengan memperpanjang bagian teritisan pada bagian atap rumah. Teritisan pada perumahan biasanya memiliki standar lebar sekitar 60 cm dari dinding. Namun untuk kasus rumah menghadap barat, Sobat bisa memanjangkannya hingga 1,2 – 1,5 m.

batu-alam-untuk-dinding-luar-rumah-tropis

Batu Alam Untuk Dinding Luar Rumah

Keberadaan elemen batu alam sebagai salah satu penghias area fasad hunian memang sudah tidak asing lagi. Teksturnya yang kasar, tahan lama, serta cocok untuk eksterior hunian karena tahan panas dan juga hujan, membuat banyak banget yang tinggal di Indonesia menggunakan batu alam untuk melapisi fasad dinding luar pada hunian. Nah, kira-kira seperti apa ya menawannya elemen batu alam untuk dinding luar rumah? Simak penjelasannya berikut ini!

Batu alam untuk dinding luar rumah yang berlokasi di dekat jendela

Dalam penggunaan batu alam untuk dinding luar rumah, kalian tidak perlu mengaplikasikannya di seluruh dinding luar rumah sih, tapi pilih saja satu atau dua bagian luar rumah yang penting untuk ditonjolkan. Misalnya hunian berikut ini yang hanya mengaplikasikan batu alam di area dekat jendela rumah, yang merupakan akses utama keluar-masuknya orang di dalam hunian ini.

batu-alam-untuk-dinding-luar-rumah-tropis-3

 

 

 

 

 

Mengaplikasikan batu alam pada dinding luar rumah yang ada di dekat jendela ternyata dimaksudkan sebagai satu penanda, bahwa dinding berbatu alam itulah yang merupakan area masuk utama sebuah rumah.

Adanya batu alam untuk dinding luar rumah, bisa membuat tampilan fasad rumah jadi cerah

Aplikasi penggunaan batu alam untuk dinding luar rumah khususnya di bagian fasad juga bertujuan untuk, membantu tampilan fasad hunian menjadi cerah lho! Soalnya kan ga semua rumah mendapat ekspos sinar matahari yang cukup, jadi terkadang membutuhkan juga material natural yang bisa membantu untuk memancarkan sinar matahari, kayak material batu alam ini.

batu-alam-untuk-dinding-luar-rumah-tropis-4

 

 

 

 

 

Apalagi ada juga jenis batu alam yang berwarna cerah seperti batu cupang merah dan batu breksi yang punya kandungan warna batu yang berwarna kemerah-merahan. Jadinya bakalan bagus banget jika batu-batu tersebut digunakan di area dinding luar rumah.

batu-alam-untuk-dinding-luar-rumah-tropis-5

 

 

 

 

 

Selain cantik dan menawan, perawatannya pun mudah banget

Selain untuk faktor keindahan, penggunaan batu alam untuk dinding luar fasad rumah juga sangat mudah sekali perawatannya. Kalian tidak butuh setiap saat membersihkannya, soalnya batu alam itu minimal dibersihkannya setiap 6 bulan sekali, tergantung jenis batu alamnya juga sih, kalau batu andesit malahan bisa dibersihkan setelah 1 tahun pemasangannya. Nah, gampang banget kan perawatannya!

batu-alam-untuk-dinding-luar-rumah-tropis-6

Mengatur Rumah Minimalis

Menata rumah mungil bisa jadi tantangan tersendiri dikarenakan jumlah dan luas ruangan mungkin saja tak sesuai dengan kebutuhan yang kamu miliki. Hal ini berakibat pada kecilnya ukuran-ukuran ruang yang ada pada rumah mungil. Lalu, bagaimana untuk membuat ruangan-ruangan sempit ini, tentunya rumah mungil kamu tetap fungsional dan nyaman untuk ditinggali?

Ada beberapa kesalahan dan permasalahan yang biasanya akan kamu temui saat menata rumah mungil. Untuk menghindari hal tersebut, yuk simak berbagai tips dan trik untuk menata rumah mungil idamanmu.

1. Pemilihan Warna yang Tepat pada Rumah Mungil

 

Kebanyakan orang memilih cat atau warna pada rumah minimalis berdasarkan selera ataupun warna kesukaannya. Hal ini tentu nggak salah, bahkan baik karena mampu memberikan kenyamanan psikologis bagi penghuni rumah karena warna yang disukainya dapat ia nikmati di rumah mungil miliknya setiap hari.

Namun, perlu kamu ketahui jika nggak semua warna cocok untuk diaplikasikan pada setiap rumah mungil. Apalagi mengingat rumah mungil identik dengan ruang-ruang yang juga mungil.

Untuk membuat interior rumah mungil terasa jadi lebih luas, ada baiknya kamu menggunakan warna-warna terang pada rumah mungil yang kamu miliki. Warna putih adalah warna terbaik untuk membuat ruangan sempit terasa lebih terang dan luas. Namun, jika warna putih terkesan monoton atau terlalu polos, warna-warna terang lain seperti krem atau warna-warna muda juga bisa jadi pilihan untuk rumah mungil.

 

Rumah Mungil Warna

Jika warna favorit yang kamu miliki cenderung gelap seperti hitam atau maroon, aplikasikan warna ini pada aksesoris atau dekor pelengkap pada rumah mungil seperti karpet atau hiasan dinding. Dengan ruang yang terang, warna-warna favoritmu tetap akan menonjol tanpa perlu tampil dominan di dalam rumah mungil tersebut.

2. Hindari Pola Berlebih dalam setiap Ruang Rumah Mungil Milikmu

 

Selain warna gelap, pola-pola berlebihan, terlalu ramai ataupun padat, akan membuat ruangan terkesan jauh lebih sempit bahkan berantakan. Hindari penggunaan pola pada rumah mungil, kecuali ruangan tersebut relatif luas. Pola yang dipilih pun usahakan memiliki pola yang sederhana. Dengan begitu, kamu nggak perlu khawatir pola-pola pada karpet ataupun wallpaper pada ruangan akan membuat rumah mungil terasa sempit dan sesak.

Pilihan pola juga bisa memberikan efek visual pada ruangan mungilmu. Pola horizontal akan membuat ruang terkesan lebih tinggi, sedangkan pola vertikal bisa membuat rumah mungil terkesan lebih lebar. Sesuaikan pola ini dengan keadaan ruang dalam rumah mungil yang kamu miliki.

3. Pilih Perabot dengan Material Transparan atau Reflektif

Untuk menyiasati jika hal-hal seperti terjadi pada rumah mungil yang kamu miliki, cobalah menggunakan beberapa furniture dengan material transparan atau reflektif untuk memberikan efek visual yang lebih luas pada rumah mungil.

Material seperti akrilik dan kaca yang transparan ataupun cermin yang bersifat memantulkan cahaya bisa jadi pilihan untuk mewujudkan kesan ruangan yang tidak sesak oleh perabot di rumah mungil.

4. Hilangkan Sekat pada Ruang-Ruang di dalam Rumah Mungil

 

Daripada ruangan di dalam rumah mungil menjadi sempit karena terbagi-bagi, lebih baik kamu menggabungkan ruangan-ruangan tersebut dengan membuang sekat-sekat atau dinding yang ada. Tak cuma membuat sirkulasi menjadi nyaman, Hal ini akan membuat ruangan pada rumah mungil terasa jadi jauh lebih luas.

Ruangan seperti dapur dan ruang makan adalah salah satu contoh ruangan yang bisa kamu gabungkan di rumah mungil milikmu. Kedua ruang ini bahkan bisa kamu gabungkan dengan ruang keluarga, menjadikannya satu ruang luas dengan fungsi berbeda.

5. Efisiensi Ruang Rumah Mungil Lewat Perabot Compact

 

Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, perabot adalah salah satu faktor yang bisa membuat ruangan pada rumah mungil terasa kecil, sempit, dan sesak. Pilihan lain selain memilih perabot dengan material yang transparan dan reflektif adalah menggunakan perabot-perabot compact yang memiliki fungsi ganda.

Contohnya kolong pada kursi ataupun tempat tidur, daripada ruangan tersebut terbuang sia-sia, kamu bisa menjadikan kolong sebagai storage tambahan dengan memberikan laci pada kolong tersebut. Alhasil, kamu bisa mengurangi penggunaan lemari penyimpanan pada rumah mungil.

Sofa bed  ataupun meja lipat juga bisa jadi pilihan baik dengan fungsi ganda yang fleksibel sehingga kamu bisa menyesuaikan perabotan sesuai kebutuhan ruang pada saat itu.

6. Pencahayaan Maksimal pada Rumah Mungil

Ruangan yang terang akan terasa jauh lebih luas daripada ruangan yang gelap. Inilah yang menjadi alasan mengapa pencahayaan menjadi salah satu hal yang perlu kamu perhatikan dalam menata rumah mungil.

Dan ketika berbicara mengenai pencahayaan, hal ini akan terkait dengan bukaan yang ada pada rumah mungil. Maksimalkan jendela yang ada pada rumah mungil atau gunakan daun pintu yang memiliki kaca sehingga cahaya tetap bisa masuk ke dalam rumah mungil saat pintu dalam keadaan tertutup.

Jika keadaan ruangan nggak memungkinkanmu menghadirkan jendela, kamu bisa bermain dengan skylight sehingga cahaya tetap bisa menyelinap masuk.

Jika pencahayaan alami sudah tidak mungkin kamu maksimalkan, aturlah pencahayaan buatan dengan lampu yang memadai. Satu lampu utama mungkin tidaklah cukup, jadi tambahkan lampu hias terutama pada sudut ruang yang minim cahaya sehingga pencahayaan pada rumah mungil jadi lebih maksimal. Hindari juga pengunaan lampu-lampu dengan cahaya redup kecuali untuk elemen-elemen dekoratif.

7. Beralih ke Perabot Berukuran Kecil tanpa Detail Berlebih

 

Untuk membuat ruangan dalam rumah mungil terasa lebih luas, hindari mengisinya dengan perabot-perabot super besar dengan detail dan bentuk yang berlebihan. Beralihlah pada perabot minimalis dengan ukuran lebih kecil dan minim detail ketika menata rumah mungil. Lagipula, ukuran perabot nggak selalu menjamin kenyamanannya, lho.

Selain perabot, soal aksesoris dan dekorasi pada rumah mungil pun perlu kamu minimalisir. Gunakan dekorasi dan aksesoris seperlunya saja agar ruangan yang kecil tak terkesan berantakan.

 

DESAIN RUMAH PAK DAVID

5 Tips Paling Mudah Untuk Membuat Fasad Rumah Yang Menarik

Fasad termasuk salah satu elemen yang penting nih bagi nilai keindahan rumah dari luar. Karena itu Anda juga perlu membuat fasad rumah yang menarik dan tepat sesuai dengan desain rumah. Sehingga desain eksterior dan interior rumah pun nantinya lebih menyatu.
Karena membicarakan fasad rumah biasanya sih berhubungan juga dengan berbagai elemen seperti desain, bahan material yang digunakan, warna yang dipilih serta berbagai elemen lainnya. Jadi agar kalian bisa membuat fasad rumah yang menarik, ini 5 tips yang perlu diperhatikan.
Membuat Fasad Rumah Yang Menarik Itu Harus Memperhatikan Gaya Desainnya
Tentukan gaya desain yang akan diterapkan pada fasad rumah. Akan lebih baik kalau kalian bisa menyesuaikan gaya fasad dengan gaya desain yang diterapkan pada interior rumah. Sehingga desain rumah akan tampak lebih utuh dan menyatu melalui penerapan gaya desain yang sama. Mengingat biasanya tema tersebut dipilih sesuai dengan keinginan dan beberapa pertimbangan.
Perhatikan Pemilihan Materialnya
Menentukan gaya desain yang diterapkan pada fasad akan mempermudah kalian dalam memilih material yang dibutuhkan. Pilih material yang paling sesuai dan kalian suka untuk menegaskan keindahannya. Tak jarang karakter pemilik rumah bisa ditebak dari desain rumahnya.
Agar Lebih Menarik, Tentukan Focal Point-nya
Tak harus dengan aksesoris tertentu, kalian bisa kok membuat focal point pada fasad rumah dengan warna atau material tertentu. Misalnya nih dengan mengaplikasikan warna yang bisa menarik perhatian, seperti warna kuning yang punya kesan ceria, pada pintu rumah.
Warna Juga Tak Kalah Penting
Pemilihan warna untuk fasad menjadi pelengkap keindahan rumah yang tak kalah penting. Kalian bisa memilih warna bold, warna netral seperti putih atau warna lain yang sesuai dengan keinginan. Namun karena kondisi luar berbeda dengan kondisi di dalam rumah, sebaiknya jangan lupa menggunakan cat khusus untuk eksterior ya.
Pencahayaan Tetap Tak Boleh Diremehkan
Pencahayaan tetap jadi faktor penting, bukan cuma pada desain interior rumah, tapi juga untuk eksterior rumah. Pengaplikasian pencahayaan yang tepat, nantinya bisa membuat fasad rumah tampak lebih menarik. Pada saat malam hari, rumah pun tak tampak gelap dan seram.

tips-membuat-tangga-di-dalam-rumah-696x522

Ini Tipsnya Kalau Ingin Membuat Tangga Di Dalam Rumah

Tangga termasuk salah satu bagian penting pada rumah bertingkat. Selain itu, desain tangga juga merupakan bagian penting dari sebuah interior rumah. Karenanya, banyak faktor yang harus diperhatikan juga saat ingin membuat tangga di dalam rumah. Spesifikasi bentuk, ukuran anak tangga, ketinggian serta kekuatannya pun termasuk beberapa hal teknis yang harus diperhatikan dengan baik.

Selain itu, elemen yang berhubungan dengan desain interior juga tak kalah penting. Misalnya seperti warna, model serta pencahayaannya. Karena itu sebagai referensi bagi kalian yang ingin membuat tangga di dalam rumah, ada beberapa tips yang sebaiknya tak diabaikan begitu saja. Apa saja sih tipsnya?

Memperhatikan Beberapa Unsur Penting

Ada beberapa unsur penting yang sebaiknya diperhatikan saat ingin membuat tangga, yaitu:

- Unsur kenyamanannya.

- Ukuran serta lokasi tangga.

- Kesesuaian model tangga dengan tema interior ruangan.

- Ketinggian pagar tangga yang aman.

- Ukuran dan ketinggian masing-masing anak tangga.

- Bentuk tangga.

- Material yang akan digunakan.

Pemilihan Gaya Atau Model Tangga

Saat ingin menentukan model atau gaya tangga yang akan dibuat, kalian sebaiknya sudah tahu terlebih dahulu apa tema yang akan diterapkan pada interior hunian. Sehingga tema seluruh ruangan dapat berkesinambungan satu sama lain dan tampak saling mendukung. Pemilihan warna dan hiasan dinding yang akan diaplikasikan pada tangga pun akan jadi lebih mudah setelah kalian tahu tema atau gaya yang akan diaplikasikan pada interior dan tangga.

Kenyamanan Menggunakan Tangga Di Rumah

Ada baiknya saat memilih jenis material yang akan diaplikasikan, kalian mempertimbangkan kebiasaan saat berjalan di dalam rumah. Misalnya jika biasa berjalan di dalam rumah tanpa alas kaki, ada baiknya menggunakan material seperti kayu untuk tangga. Mengingat lapisan kayu umumnya terasa lebih hangat dibanding material lain seperti granit.

Membuat Tangga Di Dalam Rumah Harus Perhatikan Pencahayaannya

Fungsi tangga tentu sebagai sarana untuk naik dan turun antar lantai di dalam rumah. Karenanya pencahayaan jadi salah satu unsur yang sangat penting demi kenyamanan dan keamanan untuk mengurangi resiko terjatuh. Dibanding mengandalkan cahaya alami dari matahari, sebaiknya kalian memasang lampu tambahan guna menerangi tangga di dalam rumah. Misalnya dengan memasang lampu yang memiliki desain cantik pada dinding sekitar tangga, memasang chandelier pada langit-langit ruangan yang tak jauh dari area tangga atau berbagai ide pencahayaan lainnya yang dapat disesuaikan dengan gaya interior. Lebih baik menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bukan?

WhatsApp Image 2019-08-15 at 11.07.01 (1)

Wajib Tahu Nih, Cara Untuk Membangun Rumah Tahan Gempa

Dengan potensi resiko yang ditimbulkan untuk meminimalkan kerusakan dan timbulnya korban jiwa akibat gempa. Pastinya membahayakan diri sendiri dan juga keluarga. Karena Indonesia rentan dengan gempa bumi, maka memiliki pengetahuan soal membangun rumah tahan gempa menjadi penting. Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk membangun rumah tahan gempa, yang perlu diketahui. Apa saja ya, elemen pentingnya?

Cara membangun rumah tahan gempa ada beberapa prinsip, apa saja

Karena Indonesia rentan sekali dengan gempa bumi, maka memiliki pengetahuan soal membangun rumah tahan gempa menjadi penting untuk diketahui para pemilik rumah. Membayangkan soal potensi resiko yang ditimbulkan untuk meminimalkan kerusakan dan timbulnya korban jiwa akibat gempa, pasti sudah membuat kalian ketakutan. Jadi supaya bisa sedikit mengurangi rasa takut, panik dan khawatir, nih ada 4 prinsip yang wajib diketahui untuk membangun rumah tahan gempa.

Coba buat denah dan struktur bangunan yang simetris

Denah yang sederhana dan simetris akan memudahkan kita menentukan letak titik-titik kolom dan pondasi yang akan menjadi rangka struktuk utama pada rumah kita. Misalnya untuk kolom beton bertulang yang ideal untuk rumah tinggal biasanya berjarak 3 – 4 m. Struktur bangunan rumah yang sederhana dan simetris, diperkirakan dapat menahan gaya gempa yang lebih baik dari pada bangunan dengan bentuk yang tidak beraturan. Ini disebabkan karena gaya gempa yang terjadi dapat terdistribusi secara merata ke semua elemen struktur.

Pemilihan material jadi hal yang tidak bisa dilupakan untuk membangun rumah tahan gempa

Besarnya gaya gempa yang menimpa sebuah bangunan itu, berbanding lurus dengan berat bangunan itu sendiri. Itu sebabnya, penting untuk membuat bangunan menjadi lebih ringan dengan menggunakan bahan bangunan yang ringan. Kalau diperhatikan sebagian rumah-rumah tradisional Jepang, hampir semua berstruktur kayu dan umumnya satu tingkat. Aplikasi material  partisi antar ruangan pun hanya memakai bilah bambu dan kertas yang sangat ringan. Tak heran jika, Jepang merupakan negara dengan teknologi konstruksi rumah tahan gempa yang terbaik.

Menurut sejarah, sebenarnya rumah tradisional Indonesia itu, ternyata dirancang tahan gempa, lho! Pemakaian struktur kayu dan bambu dengan atap memakai rumbia atau ijuk terbukti dapat bertahan ketika ada goncangan gempa. Banyak material di pasaran sekarang yang mendukung perencanaan rumah tahan gempa. Pemakaian dinding beton aerasi atau bata ringan juga lebih baik daripada bata dan batako. Untuk atap juga dipakai rangka baja ringan dan genteng aspal atau seng gelombang. Pemakaian partisi dari gypsum atau GRC juga dapat membuat massa bangungan menjadi lebih ringan.

Sistem konstruksi rumah tahan gempa

Pada konstruksi rumah tahan gempa perlu diperhatikan agar struktur pondasi, kolom, balok dan struktur atap menyatu dengan sambungan yang memadai. Untuk konstruksi kayu misalnya, selain perlu tambahan struktur menyilang (bracing) harus dilengkapi dengan plat baja pengikat di setiap pertemuan (joint) sehingga menjamin fleksibilitas geraknya.

Jangan melupakan struktur pondasi

Bukan cuma struktur konstruksi, pondasi juga tak kalah penting dalam membuat rumah yang tahan gempa lho Karena itu sebaiknya agar tahan gempa, bangunan rumah pun dibangun di atas tanah yang mempunyai permukaan keras. Kedalamannya pun harus dipertimbangkan dengan baik nih. Karena agar rumah tersebut lebih aman dan kuat, pondasi harus berada minimum di kedalaman 60 – 75cm.

kondisi-fisik-bangunan-pasca-gempa

Pasca Gempa, Ini Indikasi Fisik Bangunan Yang Harus Diperhatikan

Indonesia termasuk negara dengan intensitas gempa cukup tinggi. Karenanya saat akan membuat bangunan atau rumah, struktur bangunan tahan gempa cukup perlu diperhatikan. Tujuannya agar bangunan tidak mudah roboh, serta untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan akibat gempa. Namun tak cukup hanya struktur dan konsep bangunan tahan gempa saja yang perlu diperhatikan, ternyata indikasi fisik bangunan pasca gempa terjadi juga tak kalah penting untuk diperhatikan lho!

Untuk Indikasi Fisik Bangunan Pasca Gempa Itu Harus Cek Kolomnya

Jika ingin melihat kondisi bangunan setelah terjadinya gempa, maka kolom atau tiang bangunan, termasuk salah satu indikasi fisik pertama yang harus kalian perhatikan. Jika kondisi atau bentuknya tidak ada yang berubah, maka kemungkinan tak ada masalah pada bangunan akibat gempa.

Namun jika ada retakan atau rekahan, maka kalian harus perhatikan dengan lebih teliti. Jika retakan tersebut hanya berada di permukaan, maka kemungkinan yang rusak hanya bagian finishing-nya saja. Namun jika retakan atau rekahan pada strukturnya tersebut besarnya lebih dari 5 mm, atau beberapa bagian terutama pada sambungan kolom dan balok tampak tertekuk dan bentuknya berubah, maka itu artinya indikasi fisik bangunan tak lagi aman untuk ditempati kembali.

Perhatikan Bagian Balok Bangunan

Umumnya unsur atau bagian struktur balok, berada melintang di atas kolom dan saling menghubungkan antara satu kolom dengan kolom lainnya.

Perhatikan jika terdapat retakan atau kondisinya ada yang berubah. Mengingat kerusakan balok termasuk salah satu ancaman yang berbahaya karena efeknya bisa membuat bangunan langsung roboh. Pastikan sambungan antara balok dan kolom bangunan, tetap berada dalam kondisi baik dengan tidak adanya retakan, pergeseran tumpuan atau perubahan bentuk setelah terjadinya gempa.

Kondisi Fondasi Bangunan Pasca Gempa Tak Kalah Penting

Pengecekan indikasi fisik fondasi bangunan pasca terjadinya gempa bisa kalian lakukan melalui permukaan lantai. Misalnya jika ada permukaan lantai yang tampak berubah seperti ambles atau pecah karena efek permukaan lantai yang meletup, artinya kondisi fondasi bangunan ada kemungkinan telah berubah nih. Jika hal ini terjadi, ada baiknya kalian kembali berkonsultasi kepada para ahli.

Atap, Juga Salah Satu Komponen Bangunan Yang Harus Dicek

Memperhatikan kondisi atap bangunan, umumnya tak lepas dari kondisi kolom dan balok bangunan. Mengingat jika kondisi kedua elemen tersebut tetap baik, maka kemungkinan kondisi atap bangunan pun tak memiliki masalah. Namun jika struktur rangka atap (kuda-kuda, gording, usuk) sebagian besar ikatan komponennya lepas atau bergeser, maka itu jadi indikasi fisik bangunan pasca gempa yang tak lagi baik dan tidak aman untuk ditempati.

Langit-langit atau plafon bangunan, juga termasuk dari bagian atap yang wajib kalian perhatikan ya. Karena retakan pada bagian langit-langit bisa membuat bangunan jadi mudah runtuh.

Bangunan Tampak Miring?

Jika setelah terjadinya gempa kondisi bangunan jadi tampak miring atau condong ke sisi kanan atau kiri, maka kalian tak boleh mengabaikannya. Baik itu pada bangunan bertingkat atau bangunan satu lantai. Karena jika itu terjadi, artinya kondisi bangunan sudah tidak lagi aman untuk ditempati.

Selain kondisi-kondisi fisik tersebut, kalian juga tak boleh lupa untuk memastikan kondisi sambungan kusen pintu dan jendela rumah dalam keadaan baik. Jika kalian memiliki rumah bertingkat, sambungan antara lantai dengan tangga juga harus dipastikan dalam keadaan baik. Secara keseluruhan, bagian-bagian rumah seperti kanopi, lemari, lampu dan lain-lain ada baiknya juga dipastikan aman ya.

DSCN4145a-696x522

Rumput Sintetis Vs Rumput Alami, Mana Sih Yang Lebih Baik Untuk Hunian

Rumput termasuk salah satu elemen penting pada sebuah hunian, terutama kalau kalian punya taman rumah. Mengingat taman yang cantik biasanya tak lepas dari peranan rumput hijau yang terawat dengan baik. Apalagi saat ini jenis rumput yang bisa diaplikasikan pada hunian bukan aja jenis rumput alami, tapi juga ada rumput sintetis.

Mengingat dari kedua jenis rumput tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi tak sedikit pula yang bingung memilih jenis rumput yang tepat untuk dekorasi rumah. Sebagai pertimbangan kalian, ini lho tentang rumput sintetis serta rumput alami yang perlu diketahui.

Rumput Sintetis

- Merupakan rumput buatan yang biasanya terbuat dari plastik. Karenanya jika ingin menggunakan rumput sintetis, kalian harus memilih produk yang berkualitas bagus. Sehingga rumput ini bisa tahan lama hingga 8-15 tahun.

- Sistem perawatan yang lebih mudah dibanding rumput alami. Sehingga kalian cukup membersihkannya secara rutin setiap hari dengan vacuum cleaner.

- Tidak membutuhkan sinar matahari, karenanya rumput sintetis bisa diaplikasikan di dalam ruangan atau area indoor. Jadi jika kalian ingin memiliki taman kering di dalam rumah, bisa menjadikan rumput jenis sintetis sebagai pilihan untuk lantai taman.

- Bukan hanya bisa digunakan untuk lantai, rumput sintetis juga bisa diaplikasikan pada area-area yang biasanya susah untuk pengaplikasian rumput alami, seperti pada area dinding rumah lho. Karenanya rumput sintetis juga banyak digunakan sebagai dekorasi untuk mempercantik hunian.

- Lebih ramah lingkungan karena hemat air, bahan bakar motor, pestisida serta bahan-bahan kimia lainnya. Sehingga biaya perawatannya pun lebih hemat dibanding rumput alami..

Rumput Alami

- Karena rumput alami merupakan tanaman asli, jadi pengaplikasikan rumput alami pada taman rumah bisa memberikan tambahan oksigen.

- Rumput alami bisa meminimalkan suhu panas, jadi taman yang menggunakan rumput alami akan terkesan lebih segar.

- Membutuhkan air, pupuk atau pestisida dalam proses pemeliharaannya agar tetap hidup dan tumbuh dalam kondisi baik.

- Meski biaya pemasangannya relatif cukup murah, namun membutuhkan perawatan yang lebih intens dan biaya lebih banyak dibanding rumput jenis sintetis.

- Kurang cocok untuk pengaplikasian dalam ruangan, karena membutuhkan sinar matahari.

- Jika tidak dirawat dengan benar bisa membuat permukaan taman yang menggunakan rumput alami terasa tidak rata.

Jika dilihat dari beberapa poin tersebut, rumput sintetis memang cenderung punya lebih banyak kelebihan dibanding rumput alami. Kalau menurut kalian, mana nih yang lebih cocok untuk hunian?

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek