Tag Archives: kontraktor rumah
Plafon Dengan Rib kayu dan Cat
Rib kayu terdiri atas bilah-bilah kayu yang disusun horisontal atau vertikal atau gabungan keduanya atau bisa juga secara diagonal. Memasang rib kayu merupakan satu upaya lain yang dapat dilakukan untuk membuat plafon terlihat lebih menarik. Walaupun saat dilihat sepintas rib kayu tampak seperti rangka yang menyangga plafon sebenarnya fungsinya lebih bersifat dekoratif bukan sebagai struktur. Karena bersifat estetis , maka rib kayu bisa didesain sedemikian rupa . Sebagai contoh kayu yang dipakai bisa dicat dalam bentuk yang menarik agar terlihat menonjol, pilih warna yang kontras dengan plafonnya.
Dismaping menghadirkan pola, rib kayu otomatis menciptakan tekstur. kehadiran pola dan tekstur ini perlu dicermati sebab jika diterapkan sembarangan ruang bisa terasa sesak. Pola yang terlalu rapat dan dimensi rib kayu yang terlalu besar bisa melahirkan kesan “berat” yang menjadikan tidak cocok di ruang yang kecil. Susunan rin kayu yang membentuk pola membuat plafon tidak plain.
Selain dengan rib kayu anda bisa menghias plafon dengan teknik cat dekoratif. Seperti dinding plafon bisa diubah menjadi artistik dengan cat. Tema naturalisme merupakan obyek yang sering dituangkan . Misalnya langit berawan yang menghadirkan kesan di luar ruangan yang tidak terbatas. Jika anda menyenangi lukisan tertentu , area plafon bisa anda jadikan obyek untuk menghadirkannya. Sewalah jasa profesional yang memang ahli dalam bidang tersebut. namun untuk hasil yang lebih kreatif tidak ada salahnya anda mencoba sendiri.
Seputar Ruang Tamu
Ada beberapa tips yang bisa anda coba di rumah anda terutama ruang tamu:
* Menambahkan aksen : ruangan tanpa aksen akan terasa hambar. Desain pencahayaan sebaiknya tidak merusak suasana dalam ruangan. Dalam membuat aksenpun perlu dilakukan penyesuaian dengan desain interiornya. Jika telah terdapat objek dekoratif seperti lukisan atau pajangan lainnya yang perlu dilakukan hanyalah menyorot obyek tersebut.
* Bijak menggunakan kaca : perkembangan desain memang menunjukkan pergerakan ke arah pemanfaatan material yang transparan. Salah satunya adalah kaca. Sebab bidang transparan menyiratkan kesan modern dan menunjukkan kecanggihan tehnologi.
* Memanfaatkan viltrase : Umumnya setiap gorden selalu dilengkapi dengan viltrase. Tidak seperti kain biasa sambungan antar benang pada viltrase masih menyisakan jarak sehingga sifatnya sedikit transparan dan tembus cahaya. Fungsi utama pelengkap gorden ini adalah mengurangi silau tetapi masih memungkinkan masuknya cahaya, terutama pada siang hari. Biasanya viltrase berwarna putih dengan corak yang tidak terlalu mencolok.
* Membuat Skylight : jendela tidak selamanya berada di dinding. Bisa juga jendela ditempatkan di plafon dalam posisi horisontal . Jendela ini disebut skylight karena kemampuannya untuk menampilkan langit ke dalam ruangan. Bila tertarik menggunakannya pastikan terdapat pohon yang menaungi rumah sehingga cahaya matahari menembus langsung ke dalam rumah . Selain itu perhatikan teknis pemasangan dan perawatannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Permainan Garis pada Bidang Fasade
Teknik permainan garis pada bidang fasade dapat digunakan untuk menonjolkan atau bahkan membuat artikulasi pada bangunan (rumah tinggal) sehingga ekspresi bangunan dapat lebih impresif dan estetis. Permainan garis dapat digunakan sebagai media dominasi bidang fasade ketika desain yang dibuat masih berkesan simpel dan bersih.
Namun demikian upayakan agar teknik tersebut jangan sampai berlebihan, karena dapat menimbulkan kesan (efek) monoton bahkan membosankan serta membuat cepat lelah orang yang melihat bangunan tersebut. Selain itu untuk menciptakan ekspresi bentuk fasade sebuah bangunan, perlu dilakukan juga eksplorasi detail bahan material yang digunakan.
Eksplorasi detail bahan material dapat divisualisasikan dalam bentuk bidang garis, baik vertikal maupun horisontal. Hal itu dapat dipakai untuk menonjolkan bagian fasade atau membuat artikulasi sebagai unsur estettika. Aplikasi teknik permainan garis vertikal-horisontal dapat direalisasikan dengan cara menambahkan bentuk ornamen – ornamen (seperti kolom kecil) vertikal serta list bingkai jendela (moulding) maupun garis horisontal minimalis pada tembok atau fasade. Permainan garis pada bidang fasade dengan motif horisontal minimalis bisa berupa tali air atau batu alam dipadu dengan list (moulding) serta bidang vertikal-vertikal yang dapat mempertegas karakter fasade.
Lantai Vinil
Menampilkan karakter mirip material aslinya bisa anda coba dengan memakai bahan vinil yang relatif murah dan mudah dipasang dibanding pelapis lantai lainnya. Menampilkan karakter kayu dan ingin mengaplikasikan di lantai adalah sesuatu yang menarik untuk dihadirkan di dalam rumah. Tampilannya yang berkesan alami menjadi daya terik tersendiri. Tetapi memilih kayu sebagai material pelapis lantai mempunyai banyak konsekuensi. Salah satunya harga kayu yang cukup mahal jika menginginkan kualitas yang baik. Belum lagi perawatannya yang membutuhkan perhatian khusus.
Sebagai pengganti kayu asli, anda bisa mengaplikasikan material vinil dengan bentuk lembaran. Dari segi tampilan , vinil mempunyai banyak pilihan motif, warna dan gaya. Lantai vinil dirancang meniru material lain seperti bebatuan atau kayu. Dari jauh anda seperti tidak ada perbedaan antara vinil dan material asli. Sebagai pelapis lantai vinil mempunyai tampilan khas kayu dengan harga yang terjangkau tetapi tetap berkualitas. Setiap lembarannya menampilkan urat kayu sehingga tampak seperti aslinya dari kejauhan. Untuk perawatanyapun tidak sulit.
Material juga tidak mudah tergores dibandingkan dengan material kayu. Vinil mampu menahan benturan dan tidak mudah retak. Terlepas dari kelebihannya ada hal yang perlu anda perhatikan juga terkait dengan efek yang ditimbulkan dari bahan bakunya (PVC) . PVC dapat melepaskan senyawa kimia ke udara. Bagi orang yang sensitif terhadapnya tentu akan berbahaya. Apabila vinil robek akibat benda tajam, material ini sulit diperbaiki, jadi harus diganti dengan yang baru dengan cara mengelupas semua lapisan vinil yang menepel di lantai.
Bentuk Koridor
Koridor sebagai ruang penghubung harus fleksibel mengikuti bentuk bangunan. karena itu, bentuknyapun bisa berbeda-beda tergantung letak masing-masing ruang yang akan dihubungkannya. Beberapa tipe dan bentuk koridor bisa diterapkan pada rumah tinggal :
* bentuk I : koridor berbentu i memberi kesan mengarahkan dengan pasti ke ruang yang akan dituju. Bentuk seperti ini menghasilkan koridor dengan ujung sebesar lorong. ujung lorong inilah yang merupakan nilai lebih yang tidak dimiliki koridor bentuk lain. Karena itu sudah sepantasnya anda memberikan perlakuan istimewa untuk ujung lorong ini. Buat bagian itu menjadi point of interest bisa dengan memberikan elemen dekoratif pada dindingnya. Anda bisa tambahkan perabot tertentu . Untuk koridor yang cukup besar bisa ditambahkan dengan kredensa atau meja konsol atau memberikan finishing yang berbeda.
* Bentuk L : koridor berbentuk L biasanya hadir di rumah-rumah berukuran menengah sebab cenderung menghabiskan banyak tempat. Koridor l tidak mengarahkan sirkulasi langsung ke arah tertentu. Koridor bentuk L dapat dipakai untuk mengarahkan sirkulasi ke ruang yang tidak ingin ditonjolkan misalnya ruang servis. Dapat juga digunakan sebagai jalur sirkulasi menuju ruang yang lebih privat misalnya kamar tidur.
* Bentuk U : koridor jenis ini umumny melingkari suatu ruang biasa terdapat pada void atau courtyard. Desain koridor bentuk U dapat dibuat semi terbuka. Desain koridor yang terbuka akan membuat sirkulasi ruang teras tidak panjang dan membosankan.
* Bentuk melengkung : tak ada salahnya anda membuat koridor melengkung yang lebih dinamis. Rasa dan kesan ruang sirkulasi dengan bentuk seperti ini pun akan jauh berbeda dibandingkan kesan ruang yang lurus dan kaku. Tetapi jenis koridor ini tidak seefisien koridor lurus. Selain membutuhkan ruang lebih banyak koridor jenis ini juga menghasilkan banyak sisa ruang yang kurang bermanfaat.
Menyesuaikan Bentuk dan Desain Dengan Lingkungan
Untuk menciptakan sebuah hunian (rumah tinggal) yang estetis dan betul-betul nyaman serta dapat membuat betah penghuninya, selain diperlukan perencanaan yang teliti dan matang dalam menentukan program ruang yang dibutuhkan maupun dapat mengakomodir semua kegiatan dan aktivitas penghuninya, juga perlu mempertimbangkan faktor iklim dan lingkungan di mana bangunan (rumah tinggal ) tersebut akan dibangun.
Hal ini sangat penting karena iklim negara kita adalah tropis yang ,memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau yang intensitas hujan dan kemaraunya cukup tinggi sehingga tingkat kelembabannya juga tinggi. Oleh karena itu desain bangunan sebaiknya disesuaikan dengan konteks lokasi ( lingkungan sekitar). Tuntutan pemenuhan fungsi, penerjemahan konsep maupun keselarasan antara desain dengan keadaan lingkungan sekitar akan sangat menentukan bentuk dan estetika bangunan tersebut. sehingga estetika (keindahan bangunan) pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh unsur dekoratif semata yang dibalutkan pada fasade bangunan.
Jka bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas dasar berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan, niscaya sebuah hunian (rumah tinggal) yang dibangun dapat memenuhi segala tuntutan yang ada serta memberikan kepuasan bagi seluruh penghuninya.
Bentuk dan Ukuran Furnitur
Pada funitur simpel minimalis, bentuk furnitur cenderung didominasi oleh bidang kotak berupa kubusatau persegi panjang. Sesekali terdapat bidang bulat atau lengkung yang biasanya muncul karena faktor ergonomi. Pada elemen bentuk ini tampilan yang ditonjolkan adalah penampilan yang bersih , polos, dan jujur. Hal ini terlihat dari tidak adanya tampilan-tampilan profil kayu, baik di rangka maupun badan furnitur. Bentuk-bentuk tak lazim seperti bentuk miring, segitiga, maupun segi banyak biasanya ditemui di ruang pasif. Ruang pasif yang dimaksud adalah ruang-ruang yang biasanya tidak dimanfaatkan atau terbuang seperti ruang di bawah tangga, bentuk dinding yang tidak siku, dan sebagainya.
Ukuran sebuah furnitur sangat dipengaruhi oleh faktor ergonomi dan besaran ruang yang tersedia . Hal ini terkait dengan fungsi aktivitas yang diwadahi oleh furnitur tersebut. Faktor ergonomi yang dimaksud adalah standar ukuran yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam melakukan aktivitasnya . mengingat ukuran tubuh manusia di Indonesia pada umumnya , standar ergonomis di Indonesia lebih kecil dibanding standar yang berlakudi Eropa – Amerika yang penduduknya memiliki badan beruuran besar.
Secara garis besar kegiatan fungsional manusia terbagi menjadi tiga :
* Kegiatan fungsional individu misalnya duduk di kursi, mandi, dan lain-lain
* Kegiatan fungsional bersama : misalny rapat, bermain,makan, dan lain-lain
* Kegiatan multifungsi biasanya berupa kegiatan yang dialih fungsikan misalnya dari ruang tamu menjadi ruang tidur, ruang rapat menjadi ruang makan dll.
Mengaplikasikan Keramik dan Cat
Beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat akan mengaplikasikan keramik pada dinding dan lantai rumah anda :
* Sesuaikan keramik dengan tema rumah secara keseluruhan. Hindari terjadinya pertentangan antara motif keramik dengan suasana yang ingin dihadirkan dalam ruang.
* Apabila gemar mengubah suasana ruangan, pilih warna netral yang cocok dipadankan dengan elemen interior lainnya.
* Jangan ragu memakai warna yang berbeda dengan aksen untuk menampilkan suasana ruang yang diinginkan.
* Pilih keramik jenis glossy untuk menampilkan kesan luas.
Untuk mengaplikasikan cat ada beberapa hal yang mesti diperhatikan :
* Sebelum mengecat dinding pastikan keadaan kering dan bersih agar tidak cepat mengelupas.
* Jika ingin melakukan jeda, usahakan selesaikan satu bidang.
* Siapkan peralatan mengecat dengan lengkap untuk mendukung proses pengecatan, seperti rol besar, kuas kecil, kape, ampelas, ember, dan lain-lain.
* Lepaskan terlebih dahulu daun pintu atau jendela yang akan di cat.
* Percantik interior ruangan dengan mengaplikasikan cat dekoratif. berbagai teknik yang dapa tditerapkan seperti colour washing, combing, dragging, sponging, dan roller fidgeting.
Pintu Pada fasade
Pintu merupakan salah satu elemen fasade yang berfungsi sebagai pembatas area (ruang) . Selain pintu berfungsi sebagai pembatas antara ruang luar dengan rumah, pintu juga merupakan media penghubung antara bagian luar dengan rumah, maka pintu juga berfungsi sebagai media penunjang artistik sebuah fasade . Karena itu upayakan agar desain pintu dapat menyatu dengan elemen desain yang lain serta dapat menambah nilai artistik fasade secara keseluruhan.
Untuk menentukan desain pintu pada fasade tetap harus memperhatikan ukuran standar bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas pengguna bangunan (penghuni). Dalam kapasitas pintu sebagai media penunjang artistik sebuah fasade , maka perlu diupayakan juga agar bentuk dan desain pintu dapat menyatu dengan gaya arsitektur bangunan, karena jika desain tak sesuai akan menimbulkan kerancuan desain.
Jika bentuk dan desain bangunan dihadirkan atas dasar berbagai pertimbangan yang muncul dalam konsep perencanaan, niscaya sebuah hunian (rumah tinggal) yang dibangun dapat memenuhi segala tuntutan yang ada serta memberikan kepuasan bagi seluruh penghuninya.














