Tag Archives: kontraktor rumah
Elemen Beranda
Kalau kita amati beranda rumah kita pasti akan kita temui beberapa elemen ruang yang selalu muncul di area hunian ini. Yang pertama adalah kolom atau penyangga atap. Kemudian railing atau dinding rendah pembatas beranda . Selain itu masih ada lantai dan dinding.
* Kolom : merupakan elemen struktural yang berfungsi menahan beban dari atas. Uniknya kolom juga bersifat nonstruktural. Biasanya kolom semacam ini dipakai untuk tujuan estetis atau memperindah tampilan bangunan. Dimensi kolom yang berbeda-beda hadir untuk memenuhi perbedaan beban yang diterima. Semakin besar yang diterima semakin besar bebannya semakin besar dimensi kolom begitu pula sebaliknya.
* Material kayu, umumnya dipakai di rumah tradisional jaman dulu atau rumah masa kini bergaya etnik. Walaupun berbahan dasar kayu, kolom ini cukup kokoh. Kualitas kayu yang baik dan pengaruh waktu justru membuat material ini semakin kuat. Kolom untuk beranda bisa dibuat dari kayu solid bisa juga dari kayu yang dalamnya ditanami batang besi. Untuk rumah bergaya tropis modern kolom yang langsing dan tidak berkesan berat lebih sesuai. Kolom kayu dengan batang besi di dalamnya merupakan pilihan yang tepat.
* Material logam: material ini bisa dipakai sebagai bahan tiang bangunan. Ekspresi yang ditampilkan material ini cenderung simpel dan tidak mencolok. Selain rumah bergaya kolonial material logam juga menjadi favorit hunian bergaya simpel modern. Kesan ringan menjadi alasan mengapa material ini cukup disukai. Agar tampilan kolom besi semakin menarik Anda bisa melapisinya dengan cat besi. Sesuaikan warnanya dengan warna bangunan secara keseluruhan.
* Material beton : material ini paling banyak dipakai sebagai tiang atau kolom. Beton memang punya keunggulan yang tidak dimiliki kayu dan besi yaitu tidak mudah terbakar dan tahan panas. Kolom beton sangat fleksibel diterapkan di berbagai gaya rumah. Yang penuh detail dengan bentuk kepala kolom sarat dekorasi amat sesuai untuk rumah klasik. Untuk beranda rumah tradisional lapisi kolom beton dengan lempengan batu alam. . Untuk rumah minimalis biarkan tiang beton tampil dengan apa adanya dan gunakan finishing seminimal mungkin.
Interior Harmonis Di Ruang Tanpa Sekat
Ruang keluarga yang menyatu dengan ruang makan dan dapur harus diatur secermat mungkin agar batas-batas ruang dapat tercipta dengan baik. Elemen warna dapat digunakan sebagai elemen penghubung untuk menciptakan kesatuan seperti halnya pilihan warna -warna senada pada furnitur di ruangan.
Anda bisa meletakkan sofa tiga dudukan di bagian ruang keluarga dengan bahan kayu yang lebar sehingga dapat berfungsi sebagai meja samping untuk menaruh gelas atau lainnya. Untuk menghadirkan suasana berbeda pasangan sofa tak selalu harus sama persis . Tambahan arm chair yang berbeda desain tetapi dari bahan yang sama dapat menciptakan tampilan berbeda yang menarik.
Agar ruang tak terkesan sempit Anda bisa gunakan ambalan melayang . Tak hanya sebagai tempat menyimpan pajangan, keberadaan ambalan juga berfungsi sebagai elemen pengisi bidang dinding agar tak tampak kosong. Untuk bagian Ruang tamu Anda bisa menaruh meja berkesan ringan . Kaki meja yang kecil serta ketebalan sekitar 3 cm memberikan kesan ramping sehingga ruang terkesan lega. Meja ini bisa dijadikan sebagai tempat penyimpanan sehingga jumlah furnitur dalam ruangan ini dapat dikurangi. Penggunaan warna-warna ringan di ruangan ini seperti putih sangat disarankan agar ruangan terasa lega. Bila ingin warna yang agak kontras Anda bisa menjadikannya aksen.
Fungsi optimal sebuah ruang tak harus dibangun dengan menghadirkan banyak furnitur. Hanya menempatkan beberapa furnitur yang benar-benar diperlukan dapat menghadirkan ruang yang fungsional dan simpel sehingga aktivitas pengguna ruang dapat berlangsung optimal.
Inspirasi Furnitur Simpel Minimalis di Ruang Tidur
Ruang tidur adalah ruang yang digunakan untuk beristirahat dalam jangka waktu lama. Ruang tidur juga digunakan untuk aktivitas lain seperti mandi, ganti pakaian, berdandan, atau kegiatan lain yang sifatnya privat.Kelengkapan furnitur yang harus ada di kamar tidur adalah tempat tidur,. Sementara yang menjadi furnitur tambahan ialah lemari pakaian, nakas dan meja rias. Jika dipandang perlu adakalanya ditambahkan furnitur tertentu seperti meja kerja atau sofa untuk bersantai. Jadi kebutuhan penghunilah yang membedakan keberadaan furnitur di ruangan ini. Berikut kelengkapan furnitur yang biasa dijumpai di kamar tidur :
* Tempat tidur berikut kasur : tebal kasur bervariasi berkisar 5-40 cm dengan ketinggian kasur dari lantai bervariasi antara 0 – 60 cm hingga 150 – 200 cm (untuk tempat tidur susun). Ukuran tempat tidur tergantung pada ukuran kasur yang diletakkan di atasnya dengan ukuran panjang beberapa sentimeter lebih panjang dari kasur.
* Meja samping : Meja samping atau nakas tidak boleh lebih tinggi dari kasur . Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan tempat tidur seperti lampu baca, buku, dan lain-lain.
* Meja rias : meja rias dan cermin diletakkan di ruang tidur untuk keperluan berdandan. Ukuran cermin minimal selebar tubuh penggunanya dengan tinggi minimal dari lantai sekitar 160 cm sedangkan tinggi cermin dari lantai minimal 80 cm. Lebar meja atau ambalan untuk meletakkan perlengkapan dandan minimal 20 cm . Ukuran meja rias dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan besaran ruang.
* Lemari pakaian : lemari pakaian yang diletakkan di ruang tidur biasanya memiliki panjang bervariasi. Ukuran terkecil biasanya berupa lemari satu pintu dengan lebar pintu seukuran satu rak yaitu sekitar 40 – 60 cm. Ukuran lemari pakaian (wardrobe) juga tergantung volume pakaian yang akan disimpan. Cara menyimpan pakaian disesuaikan dengan karakter pakaian.
Penempatan furnitur di ruang tidur yang memiliki luas mungil harus diatur secermat mungkin agar ruangan berkesan luas dan dapat menunjang semua aktivitas penghuninya.
Lemari pakaian juga bisa dibuat setinggi plafon agar diperoleh volume lemari yang besar untuk dapat menampung barang-barang pemiliknya. Hal ini juga dapat menjadikannya seakan menyatu dengan bidang dinding sehingga terasa agak lega.
Menyiasati RuangTamu
Secara fungsi memang ruang tamu kadang lebih banyak menganggur dibandingkan dengan ruangan yang lainnya.
Pemanfaatan area ini dalam fungsi yang berbeda bisa menjadi solusi terutama untuk rumah berlahan terbatas. Ruang tamu dapat pula digunakan sebagai sarana pendukung hobi.Misalnya bagi yang gemar membaca lengkapi ruang tamu dengan kuesi santai sehingga bisa membaca dengan rilaks. Atau bagi keluarga yang gemar bermusik tempatkan beberapa alat musik, yang penting lahan di ruang tamu tidak menjadi sia-sia.
Bila lahan cenderung pas-pasan kreativitaspun harus diperah demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Meskipun sebenarnya tidak memungkinkan memiliki ruang tamu, tetap bisa diusahakan misalnya dengan membuat ruangan tanpa sekat pembatas. Setidaknya kebutuhan lahan berkurang sebanyak 15cm (lebar). Sebagai gantinya manfaatkan perbedaan ketinggian lantai atau gunakan material dengan perbedaan mencolok pada lantai, dinding, atau plafon.
Selain itu penentuan prioritas ruangan bisa menjadi pertimbangan .Ruang tamu yang memiliki fungsi cukup minim bisa dihilangkan atau digabungkan dengan ruang keluarga. Kedua ruangan ini memiliki fungsi yang cenderung serupa meskipun tingkat kompleksitasnya lebih tinggi pada ruang keluarga. Untuk itu agar dapat difungsikan sesuai kebutuhan manfaatkan furnitur multifungsi contohnya sofa yang dilengkapi dengan laci digunakan untuk menyimpan buk- buku bacaan. Atau tempat duduk yang bisa dipanjangkan sesuai kebutuhan.Tak lupa sediakan pencahayaan tambahan untuk membaca atau kegiatan lain yang memerlukan penerangan khusus.
Trik Mengecat Dinding Sendiri
Mengecat rumah kerap dianggap pekerjaan sepele, bahkan bila tak punya cukup waktu Anda tinggal membayar orang lain untuk melakukannya. Padahal bila Anda dapat menyisihkan waktu sedikit dan ketelatenan hasilnya akan jauh lebih memuaskan dari yang pernah Anda pikirkan.
Ketika ingin mengecat dinding, hal pertama yang harus Anda pertimbangkan dengan baik adalah pemilihan warna. Gunakanlah warna yang sesuai dengan fungsi dinding yang akan dicat, jangan asal sesuai dengan selera saja. Dalam memilih merek cat jangan pula hanya dilihat dari merek dan harganya saja. Sebaiknya perhatikan pula kualitas cat tersebut. Cat yang berkualitas baikbiasanya memiliki daya sebar dan daya tutup yang baik, mudah dalam pengaplikasiannya dan aman bagi kesehatan lingkungan.
Saat mulai mengecat hindari kondisi- kondisi tertentu misalnya dinding yang dicat terkena sinar matahari secara langsung, temperatur permukaan dinding tidak boleh di atas 50 derajat celcius atau ketika berada di cuaca berkabut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengecat :
* Bersihkan seluruh permukaan dinding dari kotoran dan pastikan kondisinya tidak lembab.
*Kerik seluruh bekas cat lama hingga merata bila perlu bersihkan dengan menggunakan ampelas.
* Masukkan sisa paku yang ada hingga tak tampak di permukaan dinding lalu tutuplah dengan dempul hingga rata dan kering.
* Pastikan Anda memilik cukup cat dengan warna yang sama sehingga Anda tidak akan kekurangan cat dan terpaksa menggunakan cat dengan warna berbeda.
* Tutup lokasi yang ingin dicat dari anak-anak dan hewan peliharaan. Tutup pula sekitar dinding dengan plastik dan pindahkan barang-barang dari tempat yang akan dicat.
*Usahakan tempat yang akan dicat memiliki ventilasi udara yang cukup tapi bila terpaksa gunakan masker untuk menutup hidung agar tidak menghirup zat kimia dari cat yang menguap.
* Gunakan dempul tembok (plamir) untuk menutup celah dan retakan di dinding lalu ratakan sampai halus dengan menggunakan ampelas.
*Tutupi lantai dengan plastik atau kertas agar tidak kotor terkena percikan cat pada saat mengecat.
* Cat lebih dahulu bagian langit-langit sehingga bila ada cipratan di dinding tak akan menimbulkan masalah.
*Gunakan roller untuk mengecat.
* Bila hasil pengecatan kurang baik ulangi pengecatan sekali lagi.
* Bila ada cipratan cat jatuh ke lantai segera bersihkan dengan lap basah.
* Tutuplah kaleng cat rapat-rapat setelah selesai dipakai agar sisa cat tidak mengering.
Bermain Warna dan Material
Sebelum ruangan didekorasi dengan warna ada baiknya dipelajari terlebih dahulu jenis-jenis warna . Pertama golongan warna primer yaitu merah, biru, dan kuning murni sebelum dicampur dengan warna apapun. Ketiga warna ini menjadi dasar dari semua warna karena dihasilkan dari campuran warna dasar ini. Selain itu ketiganya memiliki karakter yang kuat. Untuk itu hati-hati dalam menggunakan warna primer karena kekuatan karakter tadi.
Selain warna primer ada warna monokromatik yang merupakan paduan dari dua warna yaitu hitam dan putih. Paduan tersebut membentuk warna abu-abu dalam berbagai rentangannya yaitu mulai dari abu-abu tua hingga abu-abu muda. Sedang warna kromatik merupakan paduan warna dari hasil campuran monokromatik.
Sebaiknya aplikasi warna di rumah khususnya di ruang tamu tidak menggunakan warna-warna mencolok . Agar aman gunakan paduan warna yang cenderung netral. Jika memiliki warna favorit tempatkan hanya pada beberapa bagian atau sudut kecil misalnya hiasan dinding, bunga atau sarung bantal.Bahkan lebih baik memilih skema warna kromatik agar menimbulkan kesan yang lebih lembut.
Selain warna material lain yang tak kalah penting yang sering digunakan dalam bangunan adalah kayu. Di Indonesia kayu diklasifikasikan berdasarkan keawetannya. hal ini dibuat melalui kriteria kelembapan , pengaruh iklim, serta pengaruh dari serangan rayap dan serangga lainnya.
Klasifikasi tersebut ada 5 :
* Kelas 1 dan 2 untuk bangunan yang bersifat heavy duty artinya selalu bersinggungan dengan tanah yang lembab, angin, atau panas matahari. Kayu yang termasuk jenis ini yaitu jati, merbau, dan bangkirai.
* Kelas 3 untuk bangunan dan perabot dalam ruangan yang tidak terkena tanah dan tidak lembab. Kayu yang tergolong jenis ini yaitu kayu kamper dan keruing
*Kelas 4 untuk bangunan dan perabot ringan dalam ruangan misalnya kayu meranti dan surian.
* Kelas 5 untuk pekerjaan sementara (non permanen)misalnya bekisting atau peti.
Fungsi Warna Pada Rumah
Kombinasi warna-warna tertentu pada unsur-unsur yang membentuk suatu benda secara keseluruhan menghasilkan suatu gaya tertentu pula. Pewarnaan satu bagian dinding rumah sebagai pemberi sentuhan keindahan.
* Fungsi kenyamanan : warna dapat menimbulkan suasana tertentu pada ruang. Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kenyamanan adalah pemilihan pemilihan warna yang tepat pada interior. Warna yang diterapkan pada ruang-ruang dalam biasanya jenis warna yang menenangkan (soft tones) dan tidak terlalu gelap. Jika ada tampilan warna hard tones biasanya hanya diterapkan pada satu ruang atau salah satu bidang dinding dengan maksud sebagai pembangkit mood agar kita tetap merasa segar.
* Fungsi pemberi bentuk : warna dapat berguna untuk menarik perhatian. Warna dapat memisahkan satu bagian dengan bagian lain dari suatu benda atau ruang. Misalnya pewarnaan pada kolom dan balok yang memisahkan ruang-ruang.
* Fungsi penanda : warna dapat berfungsi sebagai penanda atau simbol di suatu ruangan. Misalnya warna coklat tua untuk menandai ventilasi jendela dan pintu sebagai ruang sirkulasi udara dan pergerakan pada ruang di dalam ruang.
* Fungsi Identitas : warna mempunyai daya untuk menunjukkan identitas atau karakter yang menimbulkan atmosfer tertentu pada ruang. Misalnya warna dingin seperti biru, hijau, ada warna berkesan keras seperti merah dan coklat, ada warna yang berkesan kuat atau lemah. Warna dapat memberi makna nilai seperti warna berkesan mahal , ada yang berkesan murah, ada warna yang berkesan antik, ada yang berkesan modern.
Warna-warna seperti biru tua, hitam, coklat tua cenderung berkesan laki-laki dan jantan. Sedangkan warna lembut seperti merah jambu, hijau muda, krem (coklat susu) cenderung bersifat kewanitaan.












