Tag Archives: kontraktor rumah
Merancang Ventilasi Silang
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merancang ventilasi silang adalah sebagai berikut:
* Jika lubang keluar dibuat sama luas dengan lubang masuk maka arus ventilasi yang terjadi baik untuk daerah kedudukan tubuh manusia. Lebih baik bila lubang keluar diperluas lagi.
* Membuat lubang masuk tinggi dan lubang keluar rendah tidak baik karena dapat menimbulkan daerah udara mati di bawah lubang masuk yang justru merupakan tempat yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh manusia.
* Jika lubang-lubang dibuat luas, ventilasi akan baik sekali karena udara yang mengalir akan lebih banyak sehingga menjadikan ruangan lebih dingin.
* Pada lubang masuk diberikan semacam overstek sehingga angin langsung keluar lewat lubang sisi keluar.
* Jika pada sisi keluar ditambahkan satu lubang di bagian bawahmaka terjadilah perbaikan aliran udara pada daerah tubuh manusia.
* Dengan melepas sedikit overstek aliran udara menjadi lebih baik lagi.
* Dengan menambahkan kasa-kasa, ventilasi dapat berfungsi lebih optimal karena udara kotor tersaring dan mencegah masuknya nyamuk.
* Secara umum, kecepatan aliran udara di dalam bangunan antara lain ditentukan oleh perbandingan besarnya lubang keluar terhadap lubang masuk. Makin besar angka perbandingan ini semakin cepat aliran udara terjadi.
Menjaga Dapur Tetap Bersih Dan Sehat
Beberapa tips menjaga dapur anda tetap bersih:
1. Pastikan dapur mendapat cahaya matahari yang cukup. Selain sebagai penerangan cahaya matahari juga dapat menghindarkan dapur dari hama dan binatang pengganggu seperti kecoa, atau tikus yang menyukai tempat lembab dan gelap.
2. Dapur harus memiliki bukaan atau jendela yang cukup besar sebagai sarana sirkulasi udara . Dengan adanya bukaan yang cukup asap dan uap dari proses memasak dapat dialirkan ke luar.
3. Selalu bersihkan dapur dari noda minyak dan remah-remah makanan setiap kali selesai memasak. Hal ini untuk menghindarkan dapur dari bakteri dan kuman.
4. Hindari penggunaan bahan-bahan yang mengandung plastik terutama untuk peralatan makan.
5. Buang sampah dapur setiap hari. Jangan biarkan sampah menumpuk selama berhari-hari. Selain menimbulkan bau tak sedap sampah juga mengundang hama kecoa dan tikur.
5. Bersihkan wadah penampung air di bawah lemari es minimal dua kali dalam setahun agar wadah tersebut tidak ditumbuhi jamur
Merancang Powder Room
Jika luas yang tersedia mencukupi buatlah powder room sebagai tempat wastafel agar ruang gerak lebih leluasa . Berikut ini tips dalam merancang powder room:
* Sediakan ruang dengan ukuran minimal 1,5 m x 2 m.
* Pasang cermin di atas wastafel serta kabinet dengan ambalan kecil di bawah meja wastafel.
* Selain di kamar mandi, alternatif lokasi powder room di dekat pintu masuk atau di sisi ruang tamu atau ruang kosong di bawah tangga
* Cairkan suasana mungil ini dengan warna dinding putih bercorak dekoratif yang didapat dari penggunaan sentuhan permainan plamir dan cat warna putih dengan menggunakan perkakas kape.
* Untuk kesan alami tampilkan batu koral hitam pada pinggiran lantai serta satu gelas sedang berisi tanaman sri gading pada susut top table.
* Untuk sirkulasi udara tempatkan exhaust fan pada salah satu dinding.
Inspirasi Kamar mandi Anak
Apabila anda berencana membuat kamar mandi sendiri untuk buah hati anda tak ada salahnya mencoba tips-tips di bawah ini :
* Agar leluasa buatlah ruangan kamar mandi dengan ukuran minimal 2 m x 2 m
* Lapisi dinding bathtub dengan keramik putih serta lantai keramik yang sewarna
* Tampilkan ruang serba terang . Efek terang ini dapat ditimbulkan oleh glassblock (ukuran 20 cm x 20 cm) yang dipasang pada salah satu dinding.
* Hiasi dinding dengan aksen dekorasi berupa hiasan gambar berupa tokoh kartun kesukaan anak serta cermin kecil dengan gambar kartun semotif
* Shower, bathtub, wastafel, dan kloset duduk dipilih yang memiliki motif atau warna sama sehingga tampil sebagai satu set. Bathtub ukuran kecil dapat difungsikan untuk berendam sekaligus bermain air.
* Agar air tidak membasahi area wastafel sediakan sekat dinding setinggi 110 cm dari permukaan lantai.
* Padukan warna-warni cerah dengan menambahkan keramik berwarna cerah seperti kuning, biru muda, atau merah muda pada bagian plin. Bisa juga dibuat kombinasi warna dan motif pada bagian list.
* Warna dan tekstur keramik di dinding bisa dibuat sama dengan keramik pada lantai. Namun untuk lantai dapat dibedakan pemasangannya misalnya dibuat diagonal.
Tips Mengatasi Permasalahan Gudang Di Rumah
* Untuk mengatasi masalaha lembab, cobalah perbanyak bukaan sebagai jalan masuknya udara serta cahaya matahari. Bukaan tidak harus berupa jendela, cukup berupa jalusi saja. Jika lantai tanah di gudang mengandung air tanah yang cukup banyak, gunakanlah lantai yang kedap air dengan dilapisi vinyl atau cukup dengan acian saja Namun jika gudang yang digunakan berdekatan langsung dengan taman yang memiliki kelembaban tinggi gunakan cat waterproof untuk melapisi dinding.
* Binatang yang biasa mendiami gudang adalah kecoa., rayap dan tikus. Bila gudang memiliki cukup banyak bukaan udara dan cahaya bisa dipastikan kecoa dan rayap akan mencari tempat tinggal laen. Sementara untuk mengatasi tikus pandai-pandailah mengatur dan menyusun barang yang ada agar selalu rapih.
* Gunakan rak agar barang tidak bertumpuk di satu titik . Pilah-pilah barang berdasar kan fungsinya, ukuran, dan waktu penggunaan. Hal ini untuk memudahkan saat harus mencari barang yang hendak digunakan.
Mengatur Pencahayaan Di Ruang Tamu
* Kedekatan dengan garis khatulistiwa mebuat pancaran sinar matahari begitu kuat dan tajam. Bila bukaan terlalu lebar ruangan bisa menjadi terlalu terang dan menyilaukan. Untuk menangkalnya lengkapi jendela dengan penutup atau shutters. Untuk mengurangi panas sebaiknya tempatkan bukaan di sisi utara atau selatan bangunan. Jika jendela ditempatkan di dua sisi tersebut timur dan barat kemungkinan pengguna bisa melihat langsung arah matahari. Hal ini tentu tak diinginkan karena kurang baik bagi bagi kesehatan mata.
* Desain pencahayaan sebaiknya tidak mengganggu suasana dalam ruangan. Jika tidak terdapat obyek dekoratif seperti lukisan atau pajangan lainnya yang perlu dilakukan hanyalah menyorot obyek tersebut.
* Gunakan downlight yang bersifat adjustable
* Alternatif lainnya adalah menempatkan pendant di atas meja untuk meneranginya sebagai titik pusat ruangan.
* Bila perlu tempatkan cermin di seberang jendela untuk membuat cahaya masuk terpantul ke dalam ruangan sehingga bisa didapatkan cahaya dua kali lebih banyak dari yang dihasilkan.
* Hindarkan cermin tepat di seberang pintu masuk. Hal ini dapat menimbulkan kesan tidak nyaman bagi tamu.
* Gunakan aksen warna putih atau warnai ruangan dengan warna putih karena warna putih akan menimbulkan suasana yang lebih terang dan tidak panas. Agar tidak tampat pucat seperti rumah sakit tambahkan beberapa warna cerah sebagai aksen pada aksesori atau pilih furnitur dengan warna kayu.
Trik Memaksimalkan Ruang Sudut
* Tentukan fungsi tambahan yang akan dibuat apakah tempat penyimpanan, area pamer barang koleksi, atau sekedar elemen estetis. Sesuaikan dengan konsep interior rumah agar tercipta harmoni.
* Pilih ornamen yang tidak terkesan memadati ruangan untuk menghindari kesan sumpek.
* Tambahkan permainan lighting untuk mempertegas keberadaan sudut ruangan dengan menggunakan lampu-lampu yang menarik perhatian.
* Jadikan sudut ruang sebagai area multifungsi agar supaya mengolah sudut ruang memiliki nilai tambah.
* Jangan terpaku pada bentuk bentuk kotak saat mengolah sudut ruang,. Bentuk lengkung , segitiga, ataupun bentuk lainnya dapat tampil indah di sudut ruang.
* Padu padankan aksesori yang digunakan pada susut ruang dengan elemen interior ruang lainnya agar tampak matching.
Pemilihan Material Untuk Ruang Sisa
Pemilihan material untuk mengolah ruang sisa tentunya harus mempertimbangkan fungsi dan peruntukan ruang sisa. Jika menyangkut pilihan material untuk furnitur atau pekerjaan kusen, pilihan material kayu, alumunium atau PVC dapat dipertimbangkan. Namun jika pekerjaan mengolah kayu sisa menyangkut pekerjaan struktural misalnya akan dibuat ruang tidur atau kamar mandi pilihan material kayu , baja, atau beton dapat dipertimbangkan. Hal ini terkait dengan beban yang akan disangga nantinya.
Ragam material untuk furnitur ruang sisa antara lain:
* kayu: kayu merupakan bahan yang apling populer untuk meja, kursi, pintu atau jendela. Bahan ini menampilkan kesan alami dan estetis.
* Alumunium: bahan ini cukup banyak diaplikasikan pada bangunan modern. Kesan odern selalu terkait dengan pemakaian alumunium sebagai furnitur, pintu, atau jendela. Bahan ini sering dikombinasikan dengan kaca atau alumuniumnya sebagai frame ( rangka).
* PVC: pemakaian bahan ini awalnya sebagai bahan pintu kamar mandi, rangka dan daun pintu. Bahan ini lebih tahan air, ringan, bebas karat, bebas rayap. Saat ini PVc banyak digunakan sebagai frame dari pintu dan jendela.
* Kaca: penggunaan kaca banyak digunakan sebagai furnitur pintu lemari, meja, partisi dll. Dalam perkembangannya kaca banyak didekoratif menjadi kaca sabdblast dan decorative art blass.
* Kombinasi bahan: kreativitas untuk melakukan kombinasi bahan furnitur tak hanya dapat meningkatkan nilai furnitur secara artistik tetapi juga kekuatan dan keawetannya. Kombinasi ini dapat berupa kayu dan kaca, alumunium dan kaca atau PVC dan kaca.
Mendesain Ruang Tamu
* Mengenal sosok tamu: Sebelum melakukan proses perancangan hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui calon pengunjung.
Hal ini nantinya akan berpengaruh pada desain.
* Menyesuaikan dengan kebutuhan: sama seperti mendesain area lainnya di dalam rumah, kebutuhan harus dikedepankan.
* Mendata aktifitas : Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri ketika menerima tamu. Selain berkaitan dengan latar belakang tamu, aktivitas keluarga juga dipengaruhi oleh kultur dalam keluarga.
* Memperhitungkan isi ruangan : agar ruangan terasa nyaman, perhitungkan dengan matang apa saja yang benar-benar dibutuhkan mulai dari furnitur besar seperti meja dan sofa, hingga perlengkapan kecil seperti stoples, piring-piring kecil dan cangkir untuk menjamu tamu. Semua itu harus tertata rapi dalam area yang mudah dijangkau ketika diperlukan.
* Menentukan posisi: sebagaimana fungsinya ruang tamu sebaiknya berada di depan rumah. Selain privasi di bagian dalam rumah lebih terjaga. Akan tetapi bila tamu cenderung akrab dengan keluarga tak ada salahnya ditempatkan di posisi lain misalnya sisi samping atau belakang rumah.
* Menata Lay Out: dalam penataan ruang tamu memerlukan perhitungan yang matang. Konfidurasi tempat duduk yang mengelilingi meja merupakan format standar. Tetapi anda bisa saja mengubahnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan.
* Memperhitungkan Alur Sirkulasi: atur konfigurasi ruang untuk menyediakan jalur sirkulasi yang terpisah bisa dengan menaruh sofa membelakangi koridor dan menyediakan area kosong selebar 90 cm untuk dilalui penghuni.
* Menjaga Privasi: bisa dengan membuat ruang tamu serba tertutup baik dengan partisi permanen maupun non permanen.
* Mengatasi Lahan Terbatas: dengan mencat putih ruangan dan tempatkan cermin di salah satu dinding ruang.Bisa juga anda menggunakan furnitur mungil dan membuat ruangan menjadi multifungsi.
Aman Dan Nyaman Di Balkon
Balkon sering dianggap sebagai teras di lantai atas. Ruang ini biasanya didesain melayang dengan menggunakan struktur kantilever( gantung).
Karena posisinya menggantung dan besarnya beban yang harus ditanggung maka kestabilan dan kekuatan pada konstruksi balkon perlu dicermati agar tidak membahayakan penghuni rumah.
* Berika atap pada balkon : dengan adanya atap di balkon maka fungsi balkon jadi terpenuhi. Selain itu lantai yang basah dapat membahayakan keselamtan penghuni rumah akibat terjatuh atau tergelincir.
* Pastikan struktur balkon benar-benar kuat: perhitungkanlah konstruksi dan penyangga beton dengan benar. Cermati pula perhitungan beban yang akan dipikul oleh konstruksi pada balkon. Struktur tersebut harus bisa menahan beban pada saat balkon digunakan.
* Bnagun pagar balkon dengan ketinggian standar: ukuran standar pagar balkon disesuaikan dengan tinggi manusia terutama dalam posisi setengah jongkok. Tinggi pagar balkon yang disarankan minimal 80 cm.
* Gunakan desain railing pagar yang ideal: prinsip sama dengan desain pagar pada tangga. Apabila berbentuk kisi-kisi beri jarak minimal 10 cm antar kisinya, hal ini untuk menghindari kecelakaan pada anak-anak akibat terperosok di antara kisi tersebut.
* Pilih material dan finishing railing balkon yang tepat: hindari pemilihan material pagar balkon yang rentan terhadap perubahan kondisi di luar rumah. Pilih material yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca.












