Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Tips Mengatasi Banjir dengan Lubang Biopori

femina.co.id

Tips Mengatasi Banjir dengan Lubang Biopori

Apakah kamu sering mengalami masalah kebanjiran atau air menggenang pada taman/halaman rumah kamu?. Solusi nya sangat mudah, selain membuat sumur resapan kamu bisa menggunakan metode yang sederhana yang terbukti ampuh untuk mengatasi genangan air dan banjir. Yaitu dengan membuat lubang biopori pada lingkungan rumah kamu. Dengan membuat biopori maka air akan mudah meresap dan tidak akan terjadinya genangan air yang bisa saja jika curah hujan yang lebat akan mengakibatkan kebanjiran.

Nah oleh karena itu penting nya membuat biopori pada halaman rumah kamu. Meskipun di halaman kamu jarang terjadi genangan air maka alangkah baiknya untuk mempersiapkan nya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan di kemudian hari. Untuk mengetahui langkah-langkah membuat biopori. Yuk langsung saja.

 

Apa Itu Biopori?

Tips Mengatasi Banjir dengan Lubang Biopori

Sebelum ke langkah-langkah untuk membuat biopori alagkah baiknya kamu mengetahui apa itu biopori.  Biopori merupakan sebuah lubang resapan air yang di buat tegak lurus ke dalam tanah.  dalam pembuatannya biopiri tidak memerlukan keahlian khusus, kamu cukup menyiapkan alat-alat sederhana dan murah. Umumnya lubang biopori di buat dengan ukuran 10 hingga 30 cm dan harus mengisi lubang biopori dengan sampah organic yang difungsikan sebagai makanan biota tanag seperti cacing, semut ataupun akar makanan.

 

Langkah Mempersiapkan Lubang Biopori

Nah langkah selanjutnya adalah cara mempersiapkan untuk membuat lubang biopori. Langkah pertama adalah dengan menentukan lokasi tanah yang akan di tempatkan untuk pembuatan lubang biopori.  Kamu bisa memilih permukaan tanah yang biasanya menjadi pusat atau tempat terjadinya genangan air.  Lalu kamu bisa menggali nya. jika tananh nya dalam posisi kering, kamu bisa menyiram nya dengan air agar tanah menjadi lebih lunak dan bisa memudahkan kamu dalam membuat lubang pada tanah tersebut.

 

Alat dan bahan untuk membuat lubang biopori

Alat-alat dan bahan yang bisa kamu gunakan untuk membuat lubang biopori sebenar nya tidak terlalu sulit. Setelah kamu menemukan lokasi yang pas. Peralatan yang harus kamu persiapkan adalah linggis untuk menggali atau menggunakan mesin bor khusus tanah, pipa PVC dengan ukuran satu meter dengan diameter 10 hingga 30 cm. dan kawat besi atau penutup pipa yang telah kamu berikan lubang pada bagian sisinya. Untuk bahan-bahan yang kamu butuhkan adalah air dan sampah organic beruoa kulit buah-buahan atau bisa juga menggunakan rumput dan sampah sayuran.

 

Proses Pembuatan Lubang Biopori

Setelah kamu sudah menyiapkan bahan dan alat-alat untuk membuat lubang biopori, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pembuatan  lubang pada tamah dengan kedalaman yang sudah di sesuaikan dengan panjang pipa VPC. Lubangi tanah dengan bor  atau dengan cara menual menggunakan linggis, untuk langkah menggali menggunakan bor yaitu dengan memasukan bor kedalam tanah dan taruk mata bor sesekali sembari di putar untuk membersihkan tanah yang terbawa.

Jika kamu mendapati tanah yang kerasmaka kamu bisa menyiramkan air agar saat melakukan proses pengeboran lebih mudah. Selain itu jika kamu menemukan kerikil yang menghalangi maka hentikan dulu proses pengeboran dan  angkat terlebih dahulu kerikil dan batu tersebut.

Setelah proses pengeboran selesai di lakukan maka langkah brikutnya adalah dengan memasukan pipa PVC yang ukurannya telah di sesuaikan menurut diameter lubang tanah. setelah itu isi lubang PVC dengan sampah organic yang sebalumnya telah kamu kumpulkan. Dan tahap akhir kamu bisa menutup lubang biopori dengan kawat besi atau penutup pipa.

 

Menggunakan dan melakukan perawatan pada lubang biopori.

Sampah organik yang sudah kamu masukan keadalam lubang biopori  nantinya akan mengandung biota tanah sehingga bisa membentuk rongga yang berfungsi sebagai jalur peresapan air kedalam tanag untuk mengatasi banjir.  Jika kamu ingin memaksimalkan kinerja lubang biopori tersebut kamu bisa mengiri lubang tersebut dengan sampah secara bertahap.  Selain itu kamu harus mebiarkan sampah organic dalam waktu tiga bulan hingga menjadi kompos organik agar nantinya bisa di gunakan untuk membuat pupuk tanaman.

Jika kamu sudah mengambil kompos organik maka kamu bisa mengisinya kembali dengan sampah organik yang baru. Untuk perawatanya pastikan kamu tidak memasukan sampah non organik seperti plastic karena jika kamu mencampurkan nya dengan plastik maka itu akan menghambat proses reproduksi kompos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six + 8 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek