Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek

Beranda Rumah

teras belakang rumah

Biasanya tamu yang datang ke rumah dipersilahkan untuk duduk dulu di beranda atau biasa disebut teras sebelum masuk ke dalam rumah. Dengan demikian umumnya keberadaan beranda tidak lebih dari sekedar ruang transisi atau ruang tambahan. Kadang – kadang beranda malah tidak digunakan sama sekali. Namun, sebenarnya beranda sebaiknya diciptakan untuk juga dapat dimanfaatkan oleh penghuninya.

Fungsi dan letak teras atau beranda kini sudah berkembang, bergantung pada cara penghuni rumah memanfaatkannya. Ketika merancang, beberapa arsitek konservatif tetap beranggapan bahwa beranda selalu dibuat di depan rumah. Selain berfungsi sebagai ruang duduk yang terbuka, beranda sebenarnya bisa menciptakan keseimbangan bentuk bangunan rumah. Beranda dapat juga mempercantik bentuk fasade bangunan dan memberikan jarak yang cukup antara dinding terluar dan halaman agar dinding rumah tidak kena tampias. Bagi arsitek yang gemar bereksperimen atau tidak konservatif, bisa menempatkan beranda dimana saja baik di depan rumah, di samping rumah maupun di belakang rumah.

Luas lahan dan system pembagian ruang, sangat menentukan ukuran beranda. Dengan ukuran luas rumah di atas 100 m2, pembangungan beranda tidak terlalu sulit. Ukuran standar beranda adalah 2m x 3m, yang sudah bisa menampung paling tidak satu kursi lengan dan satu meja bulat berkaki. Fungsinya adalah sebagai ruang duduk atau ruang tunggu mungil. Jika luas lahan memungkinkan dapat diterapkan lebih dari satu massa, sehingga penempatan dan ukuran beranda lebih leluasa. Penghuni juga bisa lebih bebas meletakkan posisi meja dan kursi atau perangkat furniture outdoor lain sesuai dengan kebutuhan asalkan tetap proporsional.

Pada zaman dahulu, fungsi beranda sebagai ruang duduk terbuka lebih mengemuka dan para perancang rumah ketika itu belum sekreatif sekarang dalam mengolah ruang. Layout rumah dirancang dalam tatanan konvensional. Berbeda dengan sekarang, arsitek lebih bebas  dalam mengembangkan ide rancangan. Bukan tidak mungkin sebuah rumah modern yang banyak dijumpai di perkotaan malah tidak memiliki beranda. Para perancang cenderung berpikir bahwa yang paling diutamakan dalam merencanakan layout rumah adalah kebutuhan si penghuni rumah terakomodasi dan bagaimana agar rumah memiliki jiwa dan gaya arsitektur yang cocok dengan penghuni. Tidak jadi soal apakah penghuni perlu beranda atau tidak. Adanya beranda, lebih sebagai konsekuensi penerapan rancangan keseluruhan.

Apapun fungsi beranda dan dimanapun letak beranda rumah Anda, tentulah harus disesuaikan dengan tujuan rancangan rumah. Akan lebih baik bila sebuah beranda mampu berfungsi sesuai dengan kabutuhan dan aktivitas penghuni, tidak hanya sekedar sebagai ruang sisa atau ruang tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ five = 10

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jasa Desain dan Bangun Rumah Arsitek